7 Tersangka Pelempar Molotov ke PAC PDIP Bogor Ditangkap, Pelaku Lain Diburu Polisi

597
ilustrasi

BOGOR - Tujuh orang tersangka pelaku pelemparan bom molotov di Sekretariat Pengurus Anak Cabang (PAC) Cileungsi, PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Rabu (29/7/2020) lalu sudah ditangkap polisi. Mereka seluruhnya warga Bogor, yakni AS (25), MP (24), A (32), S (35), NM (23), MR (21), dan AK (24). Masing- masing memiliki peran terkait kasus pelemparan bom molotov. Ada yang sebagai pemantau lokasi, penyedia tempat perencanaan, dan pembuat bom molotov.

Tapi, saat ini, pelaku lain yang melemparkan bom molotov itu masih dikejar polisi. Meski demikian, identitas pelaku yang diduga terlibat kasus pelemparan bom molotov di Sekretariat PAC PDI Perjuangan di Cileungsi, Kabupaten Bogor tersebut sudah dikantongi polisi. Hal itu disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi CH Patoppoi, dikutip dari tirto.id.

Atas perbuatan tersebut, tujuh tersangka itu terancam dijerat Pasal 187 KUHP tentang tindakan sengaja yang menimbulkan ledakan atau kebakaran, serta pasal 406 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara.

"Ini belum tertangkap semuanya, berapapun jumlahnya kita akan tuntaskan, saya imbau kalau mau menyerahkan diri lebih bagus, daripada kita capek nyari, karena jelas (pelakunya), siapa berbuat apa, namanya, alamatnya dimana," kata Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Rudy Sufahriadi melengkapi di Polda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Selasa (25/8/2020).

Sebelumnya, secara terpisah, melalui rilis yang diterima media online ini, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono mengucapkan terima kasih kepada jajaran kepolisian karena berhasil menangkap pelaku teror terhadap markas PDI Perjuangan di Jabar.

"Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran kepolisian Republik Indonesia atas penangkapan 7 orang yang diduga pelaku pelemparan bom molotov di PAC PDI Perjuangan Kecamatan Cileungsi," tukas Ono Surono.

Selain dua kali pelemparan bom molotov di Sekretariat PAC PDI Perjuangan, Cileungsi dan Megamendung di Kabupaten Bogor, insiden pelemparan bom molotov ketiga terjadi di kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur pada Jumat (7/8/2020).

"Tentunya proses hukum ini harus dituntaskan, termasuk kasus serupa yang terjadi di PAC PDI Perjuangan Kecamatan Megamendung, Bogor, dan yang terakhir di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur," lanjut anggota Komisi IV DPR RI itu.

Ono berujar, pihaknya tidak melihat dari mana kelompok terduga pelaku berasal. PDI Perjuangan  hanya meminta agar keadilan ditegakkan.

"Siapa pun pelakunya, PDI Perjuangan tidak pernah merasa mempunyai musuh. Tidak pernah melakukan ancaman, intimidasi, dan merugikan pihak lain. Bila pun ada dinamika, PDI Perjuangan selalu mengedepankan dialog," tuntasnya. (tirto.id/nesto)

SHARE

KOMENTAR