Alih Tugas PNS Kecamatan, Kasi PKM Leuwiliang Senang Bisa Mengabdi di Pamijahan

795

BOGOR – Bertempat di Kolam Renang Tirta Endah, Desa Gunung Sari, Pemerintah Kecamatan Pamijahan menggelar lepas sambut Camat dengan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, Rabu, (26/08/2020). Camat sebelumnya yang sudah 5 tahun menjabat, Rosidin mengemban jabatan baru sebagai Camat Sukajaya. Dan, posisinya kini digantikan Imam Mahmudi.  

Pada waktu bersamaan juga beberapa pejabat juga alih tugas, diantaranya, Iwan Darmawan saat ini menjabat sebagai Sekcam Leuwiliang, sebelumnya menjabat sebagai Kasi Trantib Kecamatan Pamijahan. Selanjutnya, Dedi Suharto kini menjabat sebagai Kasi PKM Kecamatan Parung Panjang, sebelumnya menjabat sebagai Kasi Ekbang Kecamatan Pamijahan. Kemudian, Hari Prihartono sebagai Kasi PKM Kecamatan Leuwiliang, sebelumnya menjabat sebagai Kasi Trantib Kecamatan Pamijahan. Serta, Wawan Suhermawan purna tugas sebagai Kasi Pemerintahan Kecamatan Pamijahan.

Dalam kegiatan ini ikut dihadiri juga oleh unsur Muspika Pamijahan, Ketua MUI Kecamatan Pamijahan, APDESI lingkup Kecamatan Pamijahan, Kepala UPT lingkup Kecamatan Pamijahan, Tim Penggerak PKK, PKH serta perwakilan perusahaan Indonesia Power, PT Star Energy Geothermal Salak, Ltd, PT Tamaris Mikrohidro Energy, unsur KNPI PK Pamijahan dan Karang Taruna Kecamatan Pamijahan.

Hari Prihartono, sebelumnya menjabat sebagai Kasi Trantib Kecamatan Pamijahan dikenal dekat dengan kepala desa, aktivis, pemuda dan ormas serta insan media di lingkup Kecamatan Pamijahan menyampaikan, mutasi dan promosi adalah hal yang biasa dalam kehidupan Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Doakan kami agar mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dengan tetap mengedepankan profesionalitas dan integritas dimanapun kami ditugaskan,"pinta Hari.

Dalam perjalanan karirnya, sambungnya, terbilang sangat singkat.

“Alhamdulilah, kondusifitas di wilayah Kecamatan Pamijahan dapat terjaga dengan baik dan semoga saja saya meninggalkan kesan yang baik disini, meskipun dalam beberapa kegiatan penegakan Perda dan Perkada adakalanya kita harus bersinggungan dengan kepentingan masyarakat," lanjutnya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa hukum adalah alat ketertiban sosial, bila dengan perhitungan cermat, bahwa, penegakan hukum akan menyebabkan masyarakat menjadi tidak tertib.

"Maka saya lebih baik mencari opsi lainnya." tambah Hari menutup pembicaraan dengan pihak media.(DP)

SHARE

KOMENTAR