Barikade 98 Sampaikan Rekomendasi ke Jokowi Pemberian Gelar Pahlawan Bangsa Bagi Pejuang Reformasi yang Gugur

29

JAKARTA – Pasca digelar Rakernas pada 12-14 November 2021 serta pengukuhan DPW Barikade se Indonesia, Barikade 98 menyampaikan sejumlah poin rekomendasi. Sejumlah rekomendasi disampaikan Barikade 98 untuk mengawal kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo sampai selesai masa jabatannya.

Ketua Steering Committee (SC) Rakernas I dan Pengukuhan DPW Barikade 98 se-Indonesia Julianto Hendro Cahyono menyampaikan, pernyataan sikap bahwa pihaknya menegasksan penolakan terhadap hal-hal yang bertentangan dengan nilai demokrasi.

"Barikade 98 memastikan menjadi pilar utama melawan orba, radikalisme, terorisme, dan intoleransi," ujarnya dalam jumpa pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Rakernas Barikade 98 juga merekomendasikan pemberian gelar pahlawan nasional kepada empat pejuang reformasi Trisakti dan korban Semanggi 1 dan 2 sebagai tanggung jawab sejarah atas perjuangan reformasi 98.

"Sebagaimana dinyatakan Presiden RI Joko Widodo dalam RNA 18 Juli 2018 di Kemayoran bahwa pemberian gelar pahlawan nasional bagi pejuang mahasiswa adalah suatu kewajiban sejarah bangsa Indonesia," katanya.

Rakernas juga merekomendasikan sejarah pergerakan mahasiswa 97/98 dimuat dalam kurikulum pelajaran sejarah SD, SMP dan SMA Barikade 98 menekankan bahwa materi tersebut harus sesuai dengan fakta sejarah.

"Barikade 98 Minta Pemerintah Terus Sikat Aset Cendana dan Konglomerat hitam yang terlibat dalam kasus BLBI untuk dikembalikan kepada rakyat. Dan mendukung sepenuhnya transformasi dan efisiensi di kementerian BUMN,” ucapnya.

Selain itu, Barikade 98 juga merekomendasikan menjaga dan melestarikan budaya nasional yang berkepribadian dari segala bentuk budaya asing yang merusak nilai-nilai budaya lokal, dan perkuat karakter bangsa serta menjaga budaya bangsa dari kontaminasi budaya asing.

“Barikade 98 mendorong percepatan optimalisasi kawasan ekonomi khusus di Arun Lhokseumawe Aceh, dan pembentukan kawasan ekonomi khusus di Fakfak Papua Barat,” tuntasnya. (Wawan)  

SHARE

KOMENTAR