Berulangkali Meletus, ini Fakta Gunung Tertinggi di Pulau Jawa

104
Gunung Semeru

Gunung Semeru, merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa. Gunung yang berada di Kabupaten Lumajang ini memuntahkan guguran awan panas pada Sabtu (12/4/2021). Sebelum meletus sore ini (4/12/2021), Gunung Semeru terakhir meletus pada 1 Desember 2020. Letusan bahkan masih kembali terjadi pada pertengahan Januari lalu.

Beruntungnya, saat itu guguran awan panas dan lava pijar dari Gunung Semeru tidak sampai memakan korban jiwa. Ketinggian Semeru mencapai 3.676 meter dari permukaan laut, puncaknya popular dikenal sebagai Mahameru.

Sebelumnya, Gunung Semeru pernah beberapa kali meletus, diawali tahun 1800an, berikutnya terjadi pada tahun 1829, 1830, 1832, 1836, 1838, 1842, 1844, 1845, 1848, 1851, 1856, 1857, 1860, 1864, 1867, 1872, 1877, dan 1878. Selanjutnya gunung Semeru kembali meletus pada tahun 1884 dan terus mengalami letusan dari tahun ke tahun hingga tahun 1899.

Seterusnya, secara berurut-turut, pada tahun 1941-1942, 1945, 1946, 1947, dan 1950. Berlanjut, tahun 1951 hingga 1961-1963. Letusan beruntun terjadi dari tahun 1967-1969 dan tahun 1972 hingga 1990. Lalu disusul letusan pada tahun 1992 dan 1994. Letusan pada tahun 1994 sendiri merupakan letusan yang cukup besar.

Pada tahun 2020, gunung Semeru mengeluarkan awan panas dan guguran lava. Tahun-tahun sebelumnya gunung ini meletus pada tahun 2004, 2005, 2007, 2011, 2016, 2018, dan 2019.

Gunung Semeru umumnya memiliki letusan bertipe vulkanian dan strombolian yang terjadi selama 3-4 kali setiap jam. Letusan vulkanian memiliki ciri letusan eksplosif dan kadang-kadang menghancurkan kubah dan lidah lava yang telah terbentuk sebelumnya. Sedangkan tipe stombolian biasanya diikuti dengan pembentukan kubah dan lidah lava baru. Pada letusan eksplosif biasanya diikuti dengan aliran awan panas yang mengalir ke lembah-lembah yang lebih rendah.

Fakta Gunung Semeru

1. Gunung Semeru atau Mahameru merupakan bagian dari pengelolaan taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang mencakup lembah dan gunung seluas 50.273,3 hektar.

2. Di dalam kompleks Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini, terdapat Gunung Bromo, Gunung Batok, Gunung Kursi, Gunung Watangan, dan Gunung Widodaren. Kompleks tersebut juga mencakup Danau Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo, dan Ranu Darungan.

3. Tumbuhan yang ada dalam kompleks Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah pohon-pohon besar berumur ratusan tahun, berbagai jenis anggrek, rumput langka, edelweiss, jamuju, dan cemara gunung.

4. Dalam taman nasional ini ada beberapa hewan dilindungi, yaitu luwak, rusa, kera ekor panjang, kijang, ayam hutan merah, macan tutul, ajag, alap-alap burung, elang ular bido, burung rangkong, burung srigunting hitam, elang bondol, dan belibis yang hidup di Danau Ranu Pani, Ranu Kumbolo, dan Ranu Regulo.

5. Di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ada lautan pasir seluas 5.250 hektar.

6. Gunung Semeru adalah gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia.

7. Gunung Semeru adalah gunung berjenis strato dan memiliki kubah lava.

8. Gunung Semeru mempunyai karakteristik beragam di dalamnya, seperti sabana, hutan cemara, hutan montana, dan danau di ketinggian.

9. Suhu di puncak Mahameru berkisar antara 0 hingga 4 derajat celsius. Sedangkan suhu rata-rata di Gunung Semeru adalah 3-8 derajat celsius di malam hari. Sementara, di siang hari adalah 15-21 derajat celsius.

(Sumber : detikedu/Nesto)

 

SHARE

KOMENTAR