Besok Lusa, Pengurus Esports Kabupaten dan Kota Bogor Dilantik

641
ilustrasi

BOGOR – Merebaknya wabah Covid-19 berdampak banyak olahraga terhenti. Sejumlah kompetisi olah raga pun terpaksa ditunda hingga masa pandemi Corona mereda. Namun, tak semua olahraga memutuskan beristirahat. Salah satunya, esports.     

Dan, kini esports malah banyak dilirik para penggemar, yang terus bertambah. Pada SEA Games 2019 lalu di Filipina, Esports untuk pertama kalinya menjadi salah satu cabang resmi yang dipertandingkan. Kontingen Indonesia sukses menyumbangkan dua medali perak.

Bisa jadi, ini merupakan suatu pertanda bahwa para penggemar olahraga kian rasional, karena stadion kini tidak lagi menjadi pilihan untuk didatangi. Terlebih lagi, para penggemar kini bisa menyaksikan atlet favorit mereka baik itu pesepak bola, pebasket ataupun pebalap profesional yang kini terjun memainkan berbagai permainan esports untuk menghibur khalayak.

“Esport, merupakan salah satu cabang olahraga (cabor) yang baru diperkenalkan ke publik. Olahraga Esports merupakan kompetisi video gim yang mempertandingkan permainan yang dapat disimulasi secara tim atau personal. Dan, saat ini penggamarnya sudah semakin banyak,” kata salah satu pengurus Esports Kabupaten Bogor yang juga seorang jurnalis, Yusuf kepada media online ini, Rabu (26/8/2020).

Lalu, kapan Esports populer di Indonesia? Informasi yang dihimpun, penggunaan internet mulai marak di  Indonesia pada 1995, ketika IndoNet muncul sebagai ISP (Internet Service Provider) komersial pertama. Keberadaan komputer yang dilengkapi dengan jaringan internet membuat game online di Indonesia mulai marak.

Selanjutnya, perkembangan internet berlanjut ke arah komersial dengan bermunculannya warung internet (warnet) dan konon dimulai dari itu semakin banyak pula orang yang bisa bermain game online yang termasuk kategori eSports. Indo Game, merupakan pengawal masuknya kompetisi game berskala internasional di Indonesia dengan menjadi event organizer (EO) kejuaraan World Cyber Games (WCG) pada 2002. 

Dengan skala yang lebih besar, game-game online yang dimainkan pun semakin banyak. Tercatat pada tahun 2002, bertepatan dengan Piala Dunia di Jepang dan Korea Selatan itu, beberapa game seperti 2002 FIFA World Cup, Age of Empires II, Counter-Strike, dan StarCraft: Brood War dipertandingkan.

Dari sini, perkembangan Esports di Indonesia berjalan, seiring semakin banyaknya game online baru bermunculan. Puncaknya, ketika game semacam Ragnarok ramai pada 2003 hingga 2006.

Namun, karena telah memiliki pondasi cukup kuat, esports tetap menemukan jalan untuk terus berkembang. Bahkan, pada April 2018 lalu, kejuaraan Indonesia Games Championship yang mengundang tim-tim mancanegara, diikuti lebih dari 9.000 peserta dan dihadiri lebih dari 13 ribu pengunjung. Total hadiahnya pun mencapai Rp 500 juta.

Sebagai wadah asosiasi serta atlet untuk meningkatkan prestasi olahraga elektronik di kancah internasional, Indonesia secara resmi kini memiliki Pengurus Besar (PB) Esports. Ketua umumnya, Jenderal Pol (Purnawirawan) Budi Gunawan.

Budi yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) akan segera membuat regulasi yang mengatur esports agar lebih jelas dan terarah sehingga bisa lebih banyak menorehkan prestasi di level internasional. Kabar yang diterima redaksi, Jumat (28/8/2020) mendatang, jajaran pengurus Esports Kabupaten dan Kota Bogor akan dilantik pada hari yang bersamaan, namun di lokasi terpisah. Sebagai Ketua Pengurus Esports Kabupaten Bogor yakni Sandi Muhammad Ilham, sedangkan Ketua Pengurus Esports Kota Bogor Andri Saleh Amarald. (nesto)

SHARE

KOMENTAR