Bupati Cianjur, Gubernur Jabar dan Kepala BNPB Peringatkan Musibah Cianjur Bukan Wisata Bencana

85
Sumber foto : Tribunnews

Aartreya.com - Bupati Cianjur, Herman Suherman menyarankan bagi warga luar agar tak menjadikan lokasi bencana sebagai tempat wisata hingga menimbulkan kemacetan. Ia minta warga untuk berhenti menjadikan lokasi bencana gempa bumi Cianjur sebagai tempat wisata.

"Itu memang saya cek ada wisata-wisata bencana alam. Yang datang dari mana-mana saya imbau, kasihan warga yang membutuhkan sembako," kata Herman dilansir dari Tribunnews.com, Minggu (27/11/2022).

Menurut Herman, hal tersebut yang menyebabkan distribusi logistik untuk para korban terkena macet. Herman mencotohkan distribusi air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang terhambat karena macet.

"Ngangkut barangnya susah, macet dan sebagainya. Itu datang dari mana-mana hanya sekedar ingin melihat saja," ujarnya.

"Untuk itu kami menyarankan kepada warga Cianjur khususnya, sudahlah cukup melihat warga kami yang terkena musibah, doakan saja," ungkap dia.

Kedatangan ‘wisatawan’ yang mengantar bantuan ke Cianjur diketahui telah menyebabkan jalanan desa di zona bencana menjadi macet total setiap pagi hingga sore. Padahal, jalanan desa rata-rata sempit, hanya selebar 4-6 meter.

Kondisi inim diperparah orang yang memarkir kendaraan di pinggir jalan sehingga makin sempit dan susah membuat lalu lalang pengendara berjalan lancar. Hal ini menyebabkan evakuasi korban dan distribusi bantuan kepada para pengungsi menjadi sering terkendala dan berjalan sangat lama. Padahal, petugas masih mencari korban yang hilang.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengingatkan gempa Cianjur bukan wisata bencana. Ia mengkritik banyaknya orang yang datang ke Cianjur sekadar mengambil swafoto dengan latar belakang tenda-tenda pengungsian untuk menunjukkan sudah datang ke lokasi bencana.

Melalui unggahan video di akun Instagram dan Twitternya, dua jam lalu, Selasa, 29 November 2022, Ridwan Kamil menyindir perilaku para 'turis' wisata; bencana ini. "Bantuannya satu mobil, tapi yang mengantar di belakang bisa sampai 6-8 mobil," tulis Emil, panggilan akrab Ridwan, dikutip dari Tempo.com.

Senada disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, Letjen TNI Suharyanto. Dinukil dari Suara.com, ia menghimbau kepada seluruh masyarakat di luar Kabupaten Cianjur untuk tidak menjadikan lokasi gempa Cianjur sebagai tempat wisata.

Banyak masyarakat yang datang ke lokasi Gempa Cianjur hanya sekedar menonton dan penasaran dengan kondisi lokasi gempa. Menurut Suharyanto apabila ingin membantu para korban terdampak gempa Cianjur bisa diberikan melalui posko utama saja.

“Tidak berkepentingan, tidak terdampak bencana sebagai korban. Mungkin tinggalnya di luar Kabupaten Cianjur, jika kalau datang ke daerah bencana dengan tujuan membantu silahkan. Dan lebih baik membantunya secara terpusat melalui posko utama. Jangan sendiri-sendiri ke tempat lokasi,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam cuplikan video yang diunggah oleh akun Instagram @infojabarnews pada Senin (28/11/2022).

Suharyanto juga menegaskan jika masyarakat datang sendiri dengan berbondong-bondong ke lokasi gempa Cianjur, justru akan membuat jalanan menjadi macet dan kegiatan pendistribusian logistik terhambat.

“Ini bencananya 15 kecamatan, banyak dan jalannya kecil-kecil serta tempatnya terpencil. Sehingga kalau masyarakat datang sendiri berbondong-bondong ke sana, tentu saja ini membuat jalanan macet dan program serta kegiatan penanganan pengungsi maupun pendistribusian logistik menjadi terhambat,” tegasnya.

(Sumber :Tribunnews.com/ Tempo.co/Suara.com)

SHARE

KOMENTAR