Camat Parung Panjang-Bogor Bisa Atasi Batas Desa, Jangan Dibuat Mengambang

638
Kumbung (rumah) jamur kecil berukuran 40 meter persegi untuk pelatihan yang disegel puluhan Satpol PP di Desa Jagabaya, Parung Panjang, Kabupaten Bogor (Ist).

Bogor - Batas wilayah desa di seluruh Indonesia masih banyak yang bermasalah. Kondisi tersebut juga terjadi pada beberapa desa di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Namun persoalan batas desa jangan sampai menghambat aktivitas masyarakat. Apalagi, aktivitas tersebut mempunyai dampak positif bagi masyarakat desa.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Halim Yohanes, Minggu (10/1/2021), mengatakan persoalan batas desa di Kabupaten Bogor masih cukup banyak dan pemerintah daerah diharapkan bisa mempercepat penyelesaiannya. Di daerah pemilihannya, seperti Leuwiliang, Leuwi Sadeng, Nanggung, Cigudeg, Sukajaya, Jasinga, Tenjo dan Parung Panjang, masih banyak ditemui batas desa yang belum tuntas. Salah satunya di Parung Panjang yakni antara Desa Jagabaya dan Desa Gorowong.

Dia menjelaskan desa-desa yang batasnya masih bermasalah adalah wilayah dari pemerintahan Republik Indonesia jadi tidak sulit untuk diselesaikan. Jika ada batas wilayah dua desa atau lebih yang belum jelas, peran Camat sangat menentukan untuk memfasilitasi penyelesaiannya.

“Mau Desa A atau Desa B ya semuanya punya pemerintah Indonesia, jadi tidak sulit untuk diselesaikan. Nah, peran seorang Camat sangat menentukan untuk mencari solusinya jangan dibiarkan mengambang,” jelasnya.

Dia menjelaskan, persoalan menjadi lain jika pemilik lahan dari pihak swasta (non pemerintah) justru bersengketa dengan lahan milik pemerintah yang berada di kawasan perbatasan desa.

Halim juga menegaskan sekalipun batas desa belum tuntas, aktivitas masyarakat jangan dihentikan. Apalagi aktivitas yang dikembangkan bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan wilayah setempat.

“Persoalan batas desa harus segera diselesaikan, sedangkan aktivitas masyarakat jangan dihentikan dulu. Secara bersamaan, pengelola tetap mengajukan perizinan,” jelasnya.

Belum lama ini, sebuah kumbung (rumah) jamur untuk sarana pelatihan dan aktivitas kewirausahaan disegel puluhan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor. Jajaran Satpol PP dan rombongan dengan 8 mobil itu melakukan penyegelan di Desa Jagabaya, Kecamatan Parung Panjang, pada Selasa (5/1/2021) karena dianggap tidak memiliki izin.

Dalam berita acara pemeriksaan, Dadang YB selaku penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Satpol PP disebutkan pihak penanggung jawab belum bisa memperlihat ijin dengan alasan sedang dalam proses. Salah satu saksi dalam berita acara itu adalah Kasi Trantib Pol PP Kecamatan Parungpanjang, Dadang Kosasih.

“Bangunan sementara di segel PPNS line,” demikian kutipan berita acara.

Dalam aksi penyegelan, sejumlah saksi mata menilai terlalu berlebihan karena rombongan dengan konvoi kendaraan mahal tersebut datang hanya untuk menyegel sebuah kumbung jamur dengan ukuran tidak lebih dari 40 meter persegi.

Informasi yang diperoleh menyebutkan kumbung jamur itu belum mempunyai izin karena persoalan batas desa Jagabaya dan Gorowong belum tuntas. Kedua desa itu berada di Kecamatan Parung Panjang yang seharusnya bisa diselesaikan oleh Camat Parung Panjang.

“Izin lingkungan sudah diajukan lama, tetapi entah kenapa belum diproses. Katanya soal batas desa belum tuntas. Padahal, kami mau gerak cepat untuk membuat pelatihan di tengah krisis akibat pandemi Covid-19 ini sebagaimana arahan pemerintah pusat,” ujar salah satu pengelola.

Seperti diberitakan, kumbung jamur kecil dalam lahan kawasan Villa Hutan Jati (VHJ) yang sering melakukan pelatihan pertanian sudah lebih dari 10 tahun. Ratusan pemuda, mahasiswa, dan masyarakat dari beberapa wilayah Indonesia pernah mengikuti pelatihan untuk mengubah lahan kritis agar bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomis.

Dalam kurun waktu tersebut, seluruh aturan dan perizinan dari pemerintah sudah ditaati dengan baik.

Iim, salah satu petani yang menggarap lahan dalam kawasan itu mengakui kawasan tersebut sering membuat pelatihan pertanian. Belakangan mulai dikembangkan juga pelatihan budidaya jamur dan berbagai kewirausahaan sebagai sarana belajar sebagaimana tekad VHJ sejak awal dirintis. [AA-3]

SHARE

KOMENTAR