Catatan Pak E : Tanpa Pancasila, Apa jadinya? Ini Daftar Negara yang Sudah Bubar

152

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Terdapat 17.508 pulau yang dihuni dan terdapat lebih dari 1.340 suku bangsa di Indonesia menurut sensus Badan Pusat Statistik pada tahun 2010. Suku Jawa merupakan kelompok suku terbesar di Indonesia dengan jumlah mencapai 41% dari total populasi.

Tak hanya itu, Indonesia juga merupakan negara dengan penduduk paling terpadat ke-4 di dunia setelah China, India dan Amerika Serikat. Jumlah penduduk Indonesia yakni 273 juta orang. Meskipun mayoritas merupakan pemeluk agama Islam, Indonesia mampu membuktikan dapat hidup berdampingan secara harmonis dan penuh toleransi.

Apa yang menguatkan persatuan keragaman di Indonesia? Jawabnya, Pancasila. Sebagai ideologi negara, Pancasila menawarkan konsep yang rasional untuk menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa. Keberagaman yang menjadi pembentuk lahirnya bangsa Indonesia tidak menjadi kehawatiran jika masyarakat telah menjiwai dan berperilaku sesuai pancasila.

Mempersatukan Indonesia yang terdiri dari keragaman yang wilayahnya terdiri dari ribuan pulau, tentu bukan hal mudah. Padahal persatuan dan kesatuan pandangan serta jati diri, merupakan syarat utama berdirinya suatu bangsa menjadi sebuah negara.

Pancasila merupakan falsafah dasar berbangsa, disarikan dari falsafah hidup dan karakter bangsa Indonesia, menjadi pengikat kebangsaan yang telah disepakati sebelumnya dalam Sumpah Pemuda.

Pancasila sebagai ideology negara, melalui perjalanannya sudah berulangkali diuji menghadapi serbuan idelogi asing. Namun, hal itu bisa dibentengi dengan rasa kepemilikan spirit Sumpah Pemuda dan memaknai nilai-nilai luhur Pancasila. Itu juga sebagai bukti yang menerangkan, Pancasila merupakan pemersatu keragaman. Bisa dibayangkan, tanpa Pancasila apa jadinya?

Tanpa ideology negara, potensi perpecahan menjadi ancaman. Bahkan, sejarah menyebutkan, sejumlah negara bubar atau terjadi penggabungan wilayah karena ketiadaan ideology negara sebagai pemersatu.             

Dikutip dari sejumlah sumber, sederet negara telah pecah karena pemisahan atau penggabungan wilayah. Negara-negara tersebut yakni:

1. Uni Soviet

Uni Soviet terbentuk setelah revolusi 1917 yang dipimpin oleh Vladimir Lenin. Wilayah negara ini terbilang luas, nyaris separuh wilayah daratan planet bumi. Namun akhirnya Uni Soviet bubar dan terpecah belah menjadi beberapa negara pada 1991 di bawah kepemimpinan Mikhail Gorbachev.

2. Republik Federal Sosialis Yugoslavia

Republik Federal Sosialis Yugoslavia didirikan pada 1943. Sebelumnya wilayah ini sempat berbentuk kerajaan pada 1918-1943. Wilayah negara ini mencakup Serbia, Montenegro, Slovenia, Kroasia, Bosnia-Herzegovina, Makedonia, serta dua daerah otonomi khusus, Kosovo dan Vojvodina.

Sepeninggal Joseph Bros Tito pada 1980 atau sejak awal 1990-an, tanda-tanda bubarnya negara ini sudah mulai terlihat. Akhirnya negara-negara bagian di wilayah ini memisahkan diri satu per satu.

3. Cekoslovakia

Cekoslovakia (atau Cekoslowakia) berdiri pada 1918 tapi sempat diduduki oleh Jerman pada 1939. Negara ini kemudian menjadi negara satelit Uni Soviet hingga 1991. Pascabubarnya Uni Soviet, Cekoslovakia juga pecah menjadi 2 negara, yaitu Republik Ceko dan Slovakia.

4. Vietnam Selatan

Keberadaan negara terbentuk pada 1954 setelah muncul ide membiarkan komunis di Vietnam bagian utara dan demokrasi berada di Vietnam Selatan.

5. Jerman Timur

Negara ini awalnya dikuasai oleh Uni Soviet dan dibatasi oleh tembok Berlin dengan Jerman Barat. Seiring runtuhnya tembok Berlin pada 1990, Jerman Timur pun bubar.

6. Republik Arab Bersatu/Republik Uni Arab

Dalam upaya membawa kesatuan bangsa Arab, Presiden Mesir Gamel Abdel Nasser berpikir bahwa ide yang bagus untuk bersatu dengan Suriah untuk mengepung Israel. Negara ini terbentuk pada 1958. Kematian Nasser pada 1971 membuat negara ini bubar.

7. Ottoman/Utsmaniyah

Kekaisaran Ottoman atau Utsmaniyah terbentuk di bawah kekuasaan Osman Bey pada 1229. Kekaisaran Ottoman berubah menjadi kesultanan seiring penaklukan Konstantinopel oleh Mehmed II pada 1453.

Salah satu kesultanan yang terbesar dalam sejarah ini bubar pada 1922 dan berubah menjadi Republik Turki modern, seperti saat ini. Bibit bubarnya Kesultanan Ottoman dimulai pada awal abad ke-20. Selanjutnya pada kepemimpinan Mustafa Kemal Pasha (Mustafa Kemal Ataturk), dideklarasikanlah negara Turki, yang menandai bubarnya Kesultanan Ottoman.

8. Tibet

Negara ini akhirnya menjadi wilayah China setelah sempat mengalami ketegangan pada 1950-an. Akhirnya China menganeksasi wilayah Tibet dan menghilangkan Tibet selamanya.

9. Austro-Hungaria

Kekaisaran ini bubar pada 1918 dan menghasilkan negara modern Austria, Hungaria, Cekoslovakia, dan Yugoslavia, dengan bagian-bagian lainnya bergabung ke Italia, Polandia, dan Rumania.              

 

(Penulis : Eko Octa) 

SHARE

KOMENTAR