Dihantam Pandemi Covid-19, Ketua Yayasan Wijaya Plus : Pendidikan Tak Orientasi Untung

1201
SMK Wijaya Plus

BOGOR - Sekolah swasta saat ini sangat terpukul dengan hadirnya Covid-19. Sebab, tak dipungkiri ketiadaan sekolah tatap muka membuat pendapatan menurun. Sementara itu, gaji guru pengeluaran biaya lain sekolah harus tetap berjalan. SMK dan SMP Wijaya Plus yang beralamat di Jalan H.E. Sukma Bitungsari, Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor juga mengalami hal yang sama.

“Sudah beberapa bulan ini, sekolah SMP Wijaya Plus ditiadakan tatap muka dan menggunakan sistem pendidikan online. Sementara, untuk SMK Wijaya Plus, masih ada kegiatan, tapi hanya untuk praktik. Seperti komputer multimedia, otomotif hingga unit produksi,” kata Ketua Yayasan Wijaya Plus, Slamet Wijaya saat diwawancarai di tokoknya, Jalan Raya Wangun, Tajur, Kota Bogor, Senin (14/12/2020).

Sejak merebaknya Covid 19, sambungnya, diakui lembaga pendidikan yang didirikannya turut terkenas imbas.

“Yapi kita mensiasati karena pendidikan itu sosial. Jadi, tak boleh disamakan dengan usaha harus untung terus. Ketika faktanya merugi ya itu harus diterima dan itu adalah konsekuensi. Memasuki tahun ajaran baru, SMP Wijaya Plus menggratiskan uang pendaftaran. Karena, sebagai penggantinya kita menerima dari BOS (Biaya Operasional Sekolah), sebagian subsidi dari SMK Wijaya Plus untuk membantu SMP-nya. Sementara, untuk tingkat SMK, pembayaran didiskoun sebagian,” tuturnya.     

Sekolah Wijaya Plus ini terbilang memiliki segudang prestasi. Lulusan SMK ini hampir tak menemui kesulitan bekerja, selain diantaranya tak sedikit yang melanjutkan kuliah. Di sekolah ini, siswa tak hanya diajak menekuni pendidikan saja, tapi juga melengkapi diri dengan ketrampilan tambahan seperti komputer, Bahasa Inggris dan Jepang serta menghafal Al Quran. Para siswa SMK Wijaya Plus juga telah banyak menoreh prestasi yang membanggakan merebut juara mulai dari tingkat Kabupaten Bogor, Kota Depok dan provinsi.

“Alhamdulilah, meski secara resmi tahun ajaran baru mulai dibuka tahun mendatang. Tapi, terhitung dari sekarang sudah banyak siswa yang mendaftar, baik di SMP dan SMK. Mungkin, pilihan itu karena pertimbangan Sekolah Wijaya Plus sudah memiliki gedung reresentatif, fasilitas pendukung yang lengkap hingga biaya sekolah yang terjangkau,” imbuhnya.         

Pendidik yang juga mantan anggota DPRD Kota Bogor periode 2004-2009 menceritakan sudah 19 tahun mendirikan sekolah tersebut. Saat ditanya pendapatnya terkait sekolah tatap muka yang rencananya akan dicanangkan pemerintah pada Januari 2021 mendatang, ia menyebutnya  seperti simalakama.

“Ibarat simalakama, dilaksanakan ada negatifnya (Covid-19 masih jadi ancaman untuk siswa). Bila tidak dilaksanakan sekolah tatap muka, juga ada positifnya. Dampak dari pendidikan online juga ada kelemahannya, karena siswa menjadi semakin malas. Karena, orangtua juga tidak bisa mengontrol putra putrinya belajar di rumah,” tuntasnya. (Nesto)

SHARE

KOMENTAR