Fraksi PDIP DPRD Kota Bogor Minta Pemkot Tak Kurangi Anggaran Bantuan Sosial 2021

1018
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bogor, Laniasari

BOGOR – Fraksi PDI Perjuangan usulkan alokasi anggaran Bantuan Sosial Tak Terencana (BSTT) tahun mendatang yang dianggarkan Pemkot Bogor sebesar Rp3.6 miliar dinaikan jadi Rp4.5 miliar, untuk rumah warga yang terkena bencana dan pengambilan ijazah siswa tak mampu yang tertinggal.

“Kita berharap, apa yang dilakukan tahun ini, bisa dilakukan tahun depan, dengan anggaran tak dikurangi,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan, DPRD Kota Bogor Lanisari didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor yang juga Wakil Ketua DPRD, Dadang Iskandar Danubrata, baru-baru ini.

Hal itu, sambungnya, juga sudah disampaikan saat digelar rapat Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Platform Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran (TA) 2021 di Ruang Paripurna, Gedung DPRD, Jalan Pemuda, Kota Bogor.

“Selain itu, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bogor juga minta alokasi khusus Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) anggaran untuk warga yang terkena double track, alokasi khusus untuk UMKM warga terkena rel ganda, penambahan anggaran BSTT minimal sama dengan tahun 2020. Juga, dialokasikan ambulans untuk tiap kelurahan, tapi baru direalisasikan untuk 4 kelurahan, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor,” tuturnya.

Pada bagian lain, Tim Anggaran Pemkot Bogor yang juga Sekdakot Bogor, Ade Syarif Hidayat menyampaikan, rapat bangar dengan DPRD Kota Bogor merupakan kewajiban regulasi untuk menyepakati KUA PPAS.

"Pendapatan Kota Bogor turun dari tahun lalu, namun kebijakan belanja harus disesuaikan dengan tetap mengutamakan kesehatan, pendidikan dan pemulihan ekonomi Kota Bogor," ujarnya

Meski fokus pada penanggulangan Covid-19, Sekda memastikan, kegiatan pembangunan, seperti pembangunan Masjid Agung, Perbaikan Jalan, Pembangunan Sekolah, RTLH, aspirasi masyarakat dan lainnya dari sumber anggaran APBD Kota Bogor, APBD Provinsi Jawa Barat, APBN Pusat tetap berjalan.

"Target Pendapatan Asli Daerah 2021 Rp 925 Miliar, target ini lebih kecil dibandingkan target tahun lalu, yaitu Rp 1 Triliun," tuntasnya. (nesto)

 

SHARE

KOMENTAR