Kota Bogor Jadi Zona Merah, Ketua Satgas Covid Berencana Berlakukan Sanksi Tegas Bulan Depan

1355
Dedie A Rachim

BOGOR – Terhitung hari ini, Jumat (28/8/2020), Kota Bogor dan sekitarnya ditetapkan menjadi wilayah yang berstatus zona merah Covid-19 atau zona resiko tinggi penularan. Dari catatan Gugus Tugas Nasional, Kota Bogor menjadi satu-satunya wilayah di Jawa Barat yang berubah status menjadi zona merah Covid-19.

Berdasarkan catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor, selama 10 hari belakangan ini, kasus positif Corona di Kota Bogor terus meningkat dengan angka rata-rata di atas 10 kasus baru setiap harinya. Kasus positif Covid-19 di Kota Bogor bertambah 11 kasus baru per Kamis (27/8/2020). Sehingga total kasus positif Covid-19 Kota Bogor bertambah menjadi 540 kasus. Dengan rincian, sembuh 318 orang, meninggal 29 orang, dan yang masih dalam perawatan dan pengawasan tim dokter sebanyak 193 orang.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Bogor yang juga Wakil Walikota, Dedie A. Rachim saat diminta tanggapannya melalui pesan whatsapp menyampaikan, pihaknya akan melakukan upaya swab masif untuk mencari potensi kasus Covid-19.

“Pelonggaran berbagai sektor seperti perkantoran, perdagangan, pariwisata, kegiatan sosial dan perjalanan antar kota antar pulau menjadi salah satu pemicu peningkatan kasus. Hal ini kemudian menambah jumlah ke klaster keluarga,” tukasnya menjawab penyebab Kota Bogor menjadi zona merah, Jumat (28/8/2020).

Asal kasus di klaster keluarga, sambungnya, yang saat ini marak di Kota Bogor berasal dari 3 penyebab utama. Pertama, kepala atau anggota keluarga bekerja di perkantoran wilayah Jabodetabek yang diperkirakan sistem sirkulasi udara dan penerapan protokol Covid-19 yang kurang memadai. Kedua, dari perjalanan dinas luar kota dengan menggunakan multi moda transportasi. Ketiga keluarga yang melaksanakan kegiatan internal seperti tahlilan, resepsi pernikahan atau kegiatan lainnya yang melibatkan anggota keluarga dalam jumlah besar.

Sebagai langkah meminimalisir, Pemkot Bogor berencana akan evaluasi kebijakan merawat pasien di rumah sakit dengan mengfokuskan untuk mereka yang masuk kategori kasus berat dan menempatkan yang tidak bergejala untuk isolasi mandiri di rumah atau di tempat isolasi khusus.

“Pemkot juga akan mulai memberikan surat peringatan 1 kepada sektor dunia usaha yang mengabaikan protokol Covid-19. Untuk masyarakat yang melanggar protokol Covid-19, mulai awal September akan mulai diberlakukan penahanan identitas diri dan selanjutnya akan mulai diberlakukan sanksi denda. Dan, rencana di PSBB ke 7 akan ada pembatasan jam operasional berbagai sektor, penutupan total fasilitas publik, aktivasi RW Siaga Corona ke level darurat dan mengatur kembali kegiatan-kegiatan di masyarakat,” pungkas Dedie. (nesto)

SHARE

KOMENTAR