Pancasila Kuatkan Karakter Bangsa Hadapi Covid-19

730
Haryanto

Pancasila dengan nilai-nilai keagamaan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan sosial telah terbukti mampu menjadi landasan hidup bagi bangsa Indonesia. Kini, di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19, nilai-nilai Pancasila bisa menjadi modal besar dalam melawan penyebaran virus mematikan ini.

Di setiap gerak langkah bangsa ini harus tercermin nilai-nilai karakter, kebiasaan, budaya yang terangkum di dalam Pancasila itu sendiri. Nilai Pancasila itu yang digali dari budaya, karakter, nilai, tatanan hidup masyarakat Indonesia, yang beratus-ratus tahun lamanya telah berkembang dalam peradaban Nusantara. Sehingga Pancasila menjadi karakter orang Indonesia. Karakter yang kuat yang teruji selama ratusan tahun lamanya.

Tanpa hadirnya Pancasila akan menjadi bahaya. Persatuan kita akan mudah dikoyakkan dan menjadi bangsa yang lemah serta mudah menyerah. Apalagi dalam kondisi Pandemi Covid-19 ini, Negara kita sedang berjuang melawan Pandemi Covid-19 ini. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi kondisi ini.

Memang pandemi ini sangatlah dasyat memporakporandakan berbagai elemen masyarakat. Tidak hanya kesehatan, namun sudah menghambat dan bahkan merusak ekonomi, sosial, budaya, pendidikan masyarakat.

Kita meyakini bahwa nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam sila-sila Pancasila tersebut bersifat universal dan dapat dijadikan landasan bagi pembentukan norma-norma kenegaraan maupun norma-norma moral.

Nilai-nilai Pancasila merupakan sumber nilai bagi tertib hukum di Indonesia juga sebagai sumber norma moral bagi penyelenggaraan kenegaraan dan pelaksanaan hukum di Indonesia, terutama dalam masa pandemi corona ini dan memasuki kehidupan adaptasi baru.

Nilai-nilai Pancasila yang tertuang dalam sila-sila Pancasila perlu terpatri di setiap hati masyarakat Indonesia. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman dan patokan dalam bernegara dan bermasyarakat bagi seluruh bangsa Indonesia.

Dalam kondisi pandemi corona saat ini, tentunya nilai-nilai Pancasila memberikan lebih penyadaran spiritual bagi kita, menumbuhkan nilai empati, tenggang rasa dan cinta bagi sesama, menjadi perekat bagi persatuan bangsa Indonesia, menjadi penyejuk dalam kita bernegara dan bermasyarakat, dan memberikan keadilan sosial serta kesejahteraan dalam berkehidupan bernegara.

Pancasila perlu dan harus menjadi modal bagi bangsa ini untuk mengatasi pandemi Covid-19. Saat ini, gerakan pemaknaan Pancasila ditengah pandemi di masyarakat sudah mulai terlihat dengan gerakan gotong royong di semua lapisan bangsa. Ini membuktikan bahwa jiwa dan roh Pancasila telah diaplikasikan dalam cara berpikir, bertindak, berelasi anak bangsa dan mewujudkan nilai kemanusian dan solidaritas.

Nilai kemanusiaan dan semangat gotong royong memang harus terus dipupuk dan digalakkan. Tidak hanya dalam melawan Covid-19, tetapi dalam melawan berbagai bencana. Tanpa adanya gotong royong, Indonesia mungkin saja sudah bangkrut. Dengan semangat gotong royong ini masyarakat bisa saling membantu satu sama lain dalam menghadapi pandemi ini. Masyarakat yang mampu membantu mereka yang ekonomi lemah. Bahkan ini terjadi tanpa imbauan dari pemerintah. Karena, gotong royong adalah roh bangsa ini. Semangat ini harus terus digelorakan.

Saat ini, bangsa ini tengah dihadapi kecemasan merebaknya Covid-19. Kekhawatiran pun kerap muncul jika ada tetangga terjangkit dan terpikir akan menularkan. Masalah Covid-19 yang menakutkan dan menebar keuatkutan bukan berarti harus dikotori dengan sikap saling menyalahkan atau diadu domba untuk alasan politis.

Adalah perlu untuk memupuk kebersamaan adalah sikap patriotis yang saat ini perlu kita tanamkan pada setiap orang. Dalam memaknai kebersamaan dalam situasi wabah seperti ini bukan berarti diwujudkan dengan berkumpul bersama di suatu tempat. Namun secara bersama-sama dalam melawan virus corona. Ketidakpastian merupakan keniscayaan yang harus kita terima bersama. Sebagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, perlu memperkuat spiritualitas sila pertama dalam Pancasila adalah “Ketuhanan yang Maha Esa”.

Virus Corona telah membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan bahkan keluarganya. Kepercayaan yang kuat kepada yang maha kuasa dan penerimaan atas takdir Tuhan merupakan obat dari ujian melawan Covid-19 Selain diwujudkan dengan penerimaan, pengamalan sila pertama dapat ditunjukkan dengan meningkatkan intensitas beribadah.

Dengan diterapkannya kebijakan pembagian jadwal kerja dan PJJ kita dipaksa untuk menghabiskan waktu lebih banyak di rumah. Dengan cara tersebut kita justru dapat lebih banyak meluangkan waktu untuk beribadah kepada Sang Maha Pemilik kehidupan berdasarkan agama yang dianut masing-masing. 

Selain itu, hal yang paling perlu adalah memperkuat solidaritas sosial. Hal tersebut bisa dilakukan dengan perhatian kita kepada keluarga ataupun pasien itu sendiri. Atau, saling membenatru memberikan donasi b agi yang mampu. Karena dengan memperkuat jalinan sosial muncul sikap saling membantu dan meringankan beban yang ditanggung.

Sama seperti pendahulu kita saat akan merebut kemerdekaan RI. Hanya dengan bermodal semangat dan kesamaan nasib, negara ini bisa merdeka. Dan, kondisi kekinian bisa diasumsikan dengan “merceka dari Covid-19” tentunya jika seluruh protokol dipatuhi bersama dan didukung dengan kebijakan pemerintah yang tepat agar kasus penularan Covid-19 pasti akan segera menurun.

Kembali pada Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia. Pada sila ke-5 pancasila ini mengandung nilai-nilai yang merupakan tujuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sila ke-5 ini memiliki makna bahwa seluruh rakyat Indonesia harus mendapatkan perlakuan yang adil sehingga terbentuknya kehidupan bermasyarakat yang adil dan makmur.

Keadilan sosial disini maksudnya adalah tidak membeda-bedakan perlakuan pada seluruh rakyat Indonesia di tengah perbedaan yang ada. Semua diperlakukan sama dan sesuai dengan ketentuan atau porsinya. (Penulis : Ketua Forum Pancasila Bangkit, Bogor/ Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kab Bogor, Haryanto) 

SHARE

KOMENTAR