Pasca Gempa, Jokowi Perintahkan BNPB dan Mensos Terbang ke Majane

538
ilustrasi

MAJENE – Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, ikut diguncang gempa dengan magnitudo 6,2 pada Jumat (15/1/2021) pukul 01.28 WIB. Tiga kali gempa susulan yang terasa hingga Kota Makassar dengan durasi lebih lama.  Sebelumnya, Kamis (14/1/2021), gempa dengan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Majene sekitar pukul 14.30 Wita. Saat terjadi gempa susulan, sejumlah warga di Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Getaran gempa lebih besar dibandingkan gempa pertama dan waktunya lebih lama. Sejumlah bangunan bertingkat di kota Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, roboh akibat gempa itu.

Dilansir dari JPNN, menurut pantauan BMKG, gempa di Majene guncangannya dirasakan di daerah Majene dan Mamuju pada skala IV-V MMI serta Palu, Mamuju Tengah, Mamuju Utara, dan Mamasa pada skala III MMI.

Pada skala III MMI getaran gempa dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk berlalu. Pada skala IV MMI getaran gempa pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah serta menyebabkan gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi.

Getaran pada skala V MMI dirasakan oleh hampir semua penduduk, membuat banyak orang terbangun, serta menyebabkan gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar bergoyang.

Sesaat usai gempa di wilayah Mamuju, bencana alam ini mengakibatkan kerusakan yang sangat parah. Sejumlah bangunan di kawasan kantor Gubernur Sulawesi Barat roboh, begitu juga dengan dua buah hotel, yakni Grand Maleo Hotel dan Matos Hotel bangunannya juga rusak parah.

Dinukil Liputan6.com, pasca gempa, regu penyelamat di Mamuju, Sulawesi Barat melakukan upaya  menyelamatkan korban reruntuhan RS Mitra Manakarra yang ambruk. Kurang lebih delapan korban dilaporkan terjebak di antara reruntuhan bangunan lima lantai yang rata dengan tanah. Gedung RS Mitra Manakarra Mamuju roboh akibat guncangan gempa bumi dengan Magnitudo 6,2 yang berpusat di Kabupaten Majene pada Jumat 15 Januari 2021 pukul 02.28 Wita.

Muflih salah seorang Bidan di RS Mitra Manakarra mengatakan, kedelapan korban itu terdiri dari dua orang perawat, satu pegawai apotek, empat orang pasien berpasangan dan satu bayi yang berada di dalam inkubator. Mereka terjebak karena tidak sempat menyelamatkan diri saat gempa itu terjadi.

"Empat korban terdeteksi masih hidup, karena beberapa saat yang lalu, saat subuh mereka masih meminta pertolongan. Sedangkan empat lainnya belum diketahui kondisinya," katanya kepada Liputan6.com, Jumat pagi (15/01/2021).

Sementara, seorang anggota tim penyelamat, Ibnu Imat Totori menjelaskan, mereka kesulitan untuk menyelamatkan korban gempa. Tidak adanya alat berat menyulitkan mereka untuk mengevakuasi korban dari reruntuhan beton.

Jumat (15/1/2021) pagi ini, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo bersama Menteri Sosial, Tri Rismaharini mendapat perintah langsung dari Presiden Joko Widodo untuk bernagkat ke Mamuju.

Dilansir dari rmol.id, Tenaga Ahli BNPB, Egy Masadiah mengkonfirmasi hal tersebut kepada wartawan saat mendampingi Doni Monardo yang ingin berangkat ke Sumedang untuk kunjungan kerja bersama anggota DPR Komisi VIII.

"Mendengar kabar terjadinya gempa di Mamuju, Sulawesi Barat, Presiden memerintahkan Doni Monardo dan Menteri Sosisal Risma berangkat ke Mamuju dan segera merubah rencana, berangkat ke Mamuju, Sulawesi Barat," kata Egy.

Ia juga menjelaskan persiapan yang segera dilakukan Doni Monardo untuk menuju lokasi bencana gempa di Sulawesi Barat.

"Doni juga langsung menginstruksikan helikopter BNPB menuju lokasi bencana. Ada empat helikopter BNPB dikerahkan," demikian Egy Masadiah. (Sumber : JPNN/Liputan6.com/RMOL/Nesto)

SHARE

KOMENTAR