PDI Perjuangan ikut Andil Perjuangkan Hari Santri

644
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto

JAKARTA - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto sampaikan, Hari Santri didasarkan pada fakta sejarah heroik para santri pada 22 Oktober 1945.

"PDI Perjuangan tercatat sebagai partai yang ikut andil dalam memerjuangkan peringatan Hari Santri tersebut bersama dengan Nahdlatul Ulama sebagai bagian dari kesadaran sejarah dan kesadaran bela negara, serta sekaligus sebagai penghormatan atas perjuangan para santri bagi kemerdekaan Indonesia," ujar Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto melalui rilisa yang diterima media online ini, Kamis (22/10/2020).

Dia melanjutkan, apa yang dilakukan para santri menunjukkan tekad kuat, semangat membara, dan patriotisme yang tidak pernah padam. Indonesia terus tegak berdiri dari Sabang sampai Merauke, dari Mianggas hingga ke Rote karena semangat kebangsaan, dan persatuan bagi Indonesia yang bertanah air satu.

"Pancasila terbukti tidak hanya menjadi falsafah bangsa, namun sekaligus menjadi pemersatu bangsa," imbuhnya

Dilanjutkan Hasto, dalam perspektif kekinian, ancaman bagi kelangsungan bangsa muncul dalam berbagai ketidakadilan baru akibat kapitalisme global, fundamentalisme pasar, ancaman ideologi transnasional seperti radikalisme, anarkisme, terorisme, dan juga berbagai bentuk adu domba yang menggunakan isu SARA. Sekarang juga dikenal kolonialisme data, kejahatan siber, dan ancaman proxy war.

Selain itu, sambungnya, PDI Perjuangan meyakini bahwa Indonesia bisa mengatasi berbagai ancaman tersebut selama persatuan nasional dikedepankan, dan berbagai persoalan ketidak adilan di bidang ekonomi dapat diselesaikan. Dengan semangat hubbul wathan minal iman itu, maka siapapun yang mencoba memecah belah NKRI dengan Pancasilanya, akan berhadapan dengan seluruh rakyat Indonesia.

"Selamat Hari Santri, sikap kenegarawanan, keteladanan, kekuatan moral, dan semangat untuk berbuat kebaikan bagi rakyat, bangsa dan negara terus digelorakan," tuntasnya. (nesto) 

SHARE

KOMENTAR