Pernah Berjaya dan Harumkan Nama Negara Melalui Ring Tinju, Kini Menjadi Juru Parkir

908

Beda dulu, beda sekarang. Demikian perjalanan mantan atlit nasional, Fredy Paud. Sebelumnya semasa Menteri Olahraga dan Pemuda (Menpora), Andi Alfian Mallarangeng, ia pernah berjaya di ring tinju dan mengharumkan nama negara. Kini, ia beralih profesi menjadi juru parkir di Pasar Ciluar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.   

Penuturannya, ia pernah bertanding hingga keluar negeri seperti Australia, Jerman, Bangkok, India, juga beberapa pertandingan di Indonesia. Dan, terakhir ia bertanding di Sorong, Papua. Soal bayaran, dulu untuk satu kali pertandingan ia ia membawa pulang Rp25 juta. Bahkan, pada era menpora kala itu, ia dan atlit lainnya, pernah dijanjikan akan diberi rumah. Tapi, sayang janji itu tak pernah terbukti.    

Saat itu, tahun 2005, Freddy bersama rekan atlit lainnya sempat sampaikan protes terhadap pemerintah. Hasilnya, Kementerian Sosial memberikan Rp10 juta. Dan, ternyata uang tersebut merupakan yang terakhir kalinya diterima Fredy. Saat ini, Freddy hidup sebatang kara, hingga anak dan istrinya pun harus meninggalkan Fredy, karena kesulitan mencari nafkah.

“Ya, kalau dapat uang pulang, kalau enggak dapat, enggak pulang,” kata Freddy kepada media online ini, Selasa (25/8/2020).  

Diusianya menginjak 51 tahun, kini ia harus menumpang tinggal di sekretariat Organisasi Masyarakat (Ormas) di Kabupaten Bogor.

Untuk menyambung hidup, ia menjadi juru parkir di Pasar Ciluar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

“Kalau lagi ramai, cukup buat makan,” ujarnya.

Beruntung, Ketua Ormas Maluku Satu Rasa (M1R), Cabang Kabupaten Bogor yang diketuai oleh Ruddy Risakotta peduli dengan para anggotanya. Selaku ketua, Ruddy iklas membantu  memberdayakan para anggotanya itu.

“Kami tampung siapapun, dengan semangat persaudaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saya miris melihat kehidupan Fredy yang tidak layak, dia itu petinju nasional tanpa ada perhatian dari pemerintah. Di usianya yang tak lagi muda, mungkin itu yang bisa Fredy lakukan menjadi juru parkir. Dan, kita tidak bisa paksakan bekerja yang bukan pada bidangnya,” tuntas Ruddy. (Deri)  

SHARE

KOMENTAR