Setahun Covid-19 Gentayangan, Politisi PDIP ini Minta Pendidikan Berkeadilan Luluskan Semua Siswa Gakin

423
TB Raflimukti

BOGOR- Guna menekan penyebaran virus Covid-19, pembelajaran tatap muka diganti menjadi pembelajaran jarak jauh atau PJJ. Saat ini, terhitung sudah setahun siswa mendapatkan pembelajaran secara daring. Banyak kegiatan pembelajaran yang disesuaikan di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Salah satunya adalah ketentuan untuk kelulusan siswa.

Politisi PDI Perjuangan Kota Bogor, TB Raflimukti berpendapat, pada masa pandemi Covid-19 belum mereda saat ini, idealnya kriteria kelulusan dan kenaikan kelas siswa dimudahkan. Sebab, setahun Corona mewabah, kelompok siswa gakin disebutnya tak bisa optimal mengenyam pendidikan.

“Kenapa tak optimal? Karena, banyak siswa tak mampu tak memiliki hape android. Buntutnya, tak sedikit yang memilih pasrah. Nah, ini sangat tak adil jika mereka dari latarbelakang ekonomi tak mampu mendapat nilai tak memuaskan dan tak naik kelas hanya karena tak bisa mengikuti belajar online. Dan, tak adil sekali,  hanya karena status miskin, tak bisa belajar online, kemudian tak lulus atau tak naik kelas,” kata Raflimukti kepada media online ini, Selasa (16/3/2021).

Dia melanjutkan, dilingkungan Kota Bogor, sepengatahuannya tak sedikit siswa gakin bisa mengikuti belajar online.

“Jika kemiskinan bukan kutukan, jika kemiskinan tak harus membuat mereka menjadi warga kelas tiga dalam mengkonsumsi, maka negara harus hadir. Maka, negara melalui perpanjangan tangan pemda harus bisa memastikan pencerdasan bukan merupakan hak semua orang. Caranya, jangan ada yang tak lulus dan tak naik kelas pada masa pembelajaran online di era pandemi Covid-19 ini. Sebab, ketidakmampuannya membeli android itu bukan keinginannya. Dan, Pemkot Bogor tak bisa memberikan soslusi terkait hal itu,” ucapnya.

Lalu, bagaimana upaya Pemkot Bogor yang disebut-sebut sudah memasang wifi di 797 RW?

“Setahu saya, tak banyak RW ada wifinya. Dan, setahu saya, pemda tak mengevaluasi apakah pemasangan wifi di tiap RW itu sudah merata? Dan, apakah sudah bisa membantu meringankan siswa gakin dilingkungannya? Apa parameternya? Dan, silahkan cek di tiap RW. Di Kota Bogor, apakah memberikan layanan wifi gratis untuk siswa disekitarnya? Saya nilai program wifi gratis tiap RW di Kota Bogor, nyaris seperti pepesan kosong yang tidak pernah dievaluasi dan diuji kebenarannya,” tandas politisi mantan anggota DPRD Kota Bogor periode 1999-2004 yang juga mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor.   

Sebagai informasi, kelulusan siswa tahun 2021 ini, menurut SE Mendikbud Nomor 1 Tahun 202, ditentukan dari beberapa nilai setelah UN 2021 ditiadakan. Diantaranya yakni peserta didik dinyatakan lulus dari satuan/program pendidikan setelah memenuhi ketentuan menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi COVID-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester. Selanjutnya, memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik. Kemudian, mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. Dan, mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan dilaksanakan dalam bentuk portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap/perilaku, dan prestasi yang diperoleh sebelumnya. (Nesto)

 

SHARE

KOMENTAR