Tanggapi Fadli Zon ke Ukraina, Aktivis 98 Eko Octa : Kunjungan Politisi Mulut Nyinyir Cuma untuk Foto Selfie

197
Foto : Detik.com

SETELAH Presiden Joko Widodo kunjungi Ukraina beberapa pekan silam, kini Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon berkunjung ke negara yang tengah diamuk perang. Dalam kunjungannya, Fadli Zon mengecek bangunan yang hancur akibat invasi Rusia hingga pemakaman massal di Bucha. Fadli mengunjungi Ukraina bersama dengan rombongan Inter-Parliamentary Union (IPU) Task Force untuk resolusi konflik Rusia-Ukraina. 

Sebagai anggota IPU Task Force mewakili kawasan Asia Pasifik, Fadli menyampaikan keprihatinan atas dampak perang di Ukraina, terutama wilayah timur. Pihaknya menjelaskan IPU Task Force membawa misi untuk membuka ruang dialog demi mengakhiri konflik.

Menanggapi kunjungan Fadli Zon, aktivis 98 Kota Bogor pun bersuara. Kata Eko Octa, sebelumnya pernah menyinyiri pengawalan ketat terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk dialog perdamaian dan gencatan senjata antara kedua negara yang sedang berperang tersebut.

“Melalui akun Twitternya, Fadli Zon sampaikan pelindung kepala, rompi antipeluru, hingga senjata laras panjang yang disiapkan untuk melindungi Jokowi selama kunjungan di wilayah perang Kiev, Ukraina, pada akhir Juni 2022, melalui cuitannya,” tukas Eko Octa.

Bahkan, Fadli Zon yang disebutnya sebagai si pemilik mulut nyinyir saat itu mengatakan, jalur dari Warsawa, Polandia ke Kiev, Ukraina baik naik mobil atau kereta aman. Tak ada perang di sana.

“Nah, nyinyiran itu yang disampaikan Fadli Zon kepada Jokowi. Pendapat saya, jika Fadli Zon ingin menyampaikan dirinya ‘lebih’ dari Jokowi, buktikan. Seharusnya, dia berada di lokasi perang, bukan di lokasi aman. Dan, jangan lupa, Fadli Zon yang ingin menjadi juru damai di lokasi perang dengan ‘banyak kelebihannya’, lakukanlah orasi dengan membawa pengeras suara saat di tempat rawan perang. Saya ingin lihat si mulut nyinyir itu membuktikan omongannya,” tandas Eko.

“Dan, menurut saya, kedatangan Fadli Zon tak lebih hanya sekedar untuk foto-foto selfie untuk cari popularitas dan pencitraan. Seusai itu ia akan tulis di medsos dan membuat rilis berita, seolah ia melakukan sesuatu untuk perdamaian dunia. Emang fadli Zon itu siapa? Kalau sekedar berkotek, kalau sekedar foto selfie pencitraan, politisi lokal aja bisa! Apakah Fadli Zon bisa tunjukan fotonya berada di tengah medan perang Rusia-Ukraina? Jangan cuma berfoto-foto di lokasi yang aman atau usai pertempuran,” cetusnya.

Pendapat senada juga disampaikan aktivis 98 Fery Ariyanto. Ia menantang Fadli Zon, berani tidak tinggal di lokasi perang Ukraina selama sebulan.

“Politisi nyinyir seperti Fadli Zon asal Dapil Kabupaten Bogor ini saya pertanyakan apa prestasinya? Ngurus dapilnya saja tidak jelas. Apa yang sudah dilakukan untuk dapilnya, taka da prestasinya. Apalagi untuk Indonesia. Apalagi untuk dunia, bisa apa dia?,” tanya aktivis Front Pemuda Penegak Hak Rakyat (FPPHR) yang pernah di Aldera dan Forkot.   

"Kalau sekarang datang kunjungi Ukraina dan Rusia, kepentingannya cuma satu, cuma untuk bangun posisi tawar dengan foto-foto. Enggak ada bedanya Fadli Zon dengan kelas politisi lokal yang dilakukannya juga begitu, doyan foto-foto seolah paling hebat,” kesalnya. (Nesto)              

SHARE

KOMENTAR