UAS Diusir dari Singapura, Siapa Bermain?

74
Agus Surachman

Ustaz Abdul Somad (UAS) ditolak masuk ke Singapura karena ceramahnya dianggap mengajarkan ekstremisme. Singapura kemudian memberi penjelasan mengapa menolak UAS masuk. Salah satunya karena UAS pernah berceramah soal bom bunuh diri dibolehkan dalam konteks Israel-Palestina.

UAS ditolak masuk Singapura bersama rombongannya saat datang ke Singapura melalui Terminal Feri Tanah Merah, Singapura, Senin (16/5/2022) lalu. Setelah diperiksa, pada hari yang sama, UAS beserta rombongan dikembalikan ke Indonesia menggunakan feri melalui Batam, Kepulauan Riau. UAS sendiri telah menjawab tuduhan terhadap dirinya yang disampaikan Singapura sebagai alasan penolakannya.

Menanggapi hal itu, akademisi Bogor, Dr Agus Surachman, SH Sp1, saat berbincang dengan media online ini menyampaikan, persoalannya diduga bermula dari dalam negeri, bearawal dari kontroversi UAS sebelumnya.

“Persoalannya dari dalam negeri, ada yang pro dan kontra UAS. Tetapi yang persoalan pentingnya, siapa yang mengirim pesan sehingga UAS dilarang masuk ke Singapura,” kata Agus, Selasa (24/5/20220.
Ia membandingkan, hal yang samapernah terjadi pada Jendral Gatot Nurmantyo saat dirimnya masih menjabat Panglima TNI. Gatot Nurmantyo pernah dilarang masuk ke wilayah AS pada Sabtu (21/10/2017). Saat itu, Panglima TNI beserta delegasi masih berada di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang dan hendak check in.

Padahal, saat itu, tutur pria yang juga dosen PTS di Bogor ini, Gatot dan delegasi sudah mengantongi visa dari AS untuk hadir dalam acara Chiefs of Defense Conference on Countering Violent Extremist Organization. Namun, perkembangan berikutnya adalah Amerika Serikat telah memastikan mencabut larangan atas kedatangan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke wilayahnya.  Hal tersebut disampaikan Wakil Duta Besar AS di Indonesia ketika menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Kantor Kemenlu, Jakarta Pusat pada Senin (23/10/2017).

“Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dikabarkan ditolak masuk ke Amerika Serikat. Gatot Nurmantyo seharusnya terbang ke Amerika Serikat pada 21 Oktober 2017 menggunakan maskapai penerbangan Emirates EK 0357. Padahal itu merupakan undangan dari pemerintah AS. Itu adalah persoalan dalam negeri. Ada yang diduga menghembuskan isu miring,” tuturnya.

Yang harus diurai, lanjutnya, siapa yang membisikan agar UAS dilarang.

“Soal larangan sudah dijelaskan melalui Kemendagri Singapura terkait khotbah UAS soal jihad boleh dilaksanakan di Palestina. Itu kan soal akidah agama. Kalau disana kan, banyak yang sudah tidak bersuami, atau sebaliknya, jadi jihad disana (Palestina) adalah wajar,” tukasnya.

Singapura, sebutnya, selama ini memandang penindasan Israel dengan pembiaran.

“Apakah pembataian orang-orang Israel kepada Paletisna wajar? Kan tidak. Begitu saat surnalis yang bernama Shireen Abu Akleh, keturunan Palestina-Amerika, 51 tahun, ditembak mati saat meliput serangan militer Israel, apakah itu wajar? Dan, itu jelas melanggar HAM. Singapura terkesan memang berpihak. Apalagi yang disampaikan UAS ini soal Palestina,” ujarnya panjang lebar.

Soal larangan masuk ke Singapura, lanjut Agus, itu merupakan hak negara terkait.

“Pertanyannya, larangan itu apakah resmi dari pemerintah Singapura? Atau, ada tangan-tangan jahil jadi bernuansa politik,” tuntasnya.

Sebagai informasi, dilansir Straits Times, sebelumnya Menteri Dalam Negeri Singapura, K Shanmugam, mengklaim pihaknya sudah memantau gerak-gerik penceramah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) yang memengaruhi dan meradikalisasi warga di negaranya, Senin (23/5/2022).

Shanmugam berkata, beberapa orang yang diselidiki berdasarkan Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri Singapura (ISA). Salah satu dari warga yang terpapar yakni anak berusia 17 tahun. Anak itu meyakini bom bunuh diri sebagai tindakan kemartiran.Remaja itu disebutnya telah menonton ceramah UAS di YouTube. Ia percaya perjuangan kelompok ISIS dan mati sebagai pelaku bom bunuh diri akan mendapat surga sebagai ganjarannya. (Nesto)

SHARE

KOMENTAR