Waspadai Kelompok Pembenci Jokowi Cari Kader, Segera Terapkan Kurikulum Anti Radikalisme

788

BOGOR – Momentum merebaknya pandemi Covid-19, upaya pencegahan paham radikalisme kepada siswa sekolah harus dikedepankan. Sebab, pada masa Corona mewabah yang berdampak lesunya ekonomi,  berpotensi semakin menguatnya upaya menghasut dari gerombolan politik pembenci pemerintahan Jokowi-Maruf Amien. Demikian disampaikan Ketua Nanjeurkeun Duduluran (ND), Zuhrotusadiah.

“Akan lebih baik pemerintah melalui Kementrian Dinas Pendidikan Kebudayaan melakukan upaya dini pencegahan dengan membuat menyelipkan pesan pencegahan paham radikal melalui sekolah daring,” kata wanita yang akrab disapa Diah saat diwawancarai melalui telepon, Sabtu (12/9/2020).

Ketua ND yang juga Wakil Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Bogor Selatan, PDI Perjuangan Kota Bogor ini menyampaikan, belakangan ini provokasi para pembenci Jokowi sudah merebak di medsos.

“Bahkan, dalam setiap aksi demo kelompok kontra pemerintah, mereka juga melibatkan anak-anak atau pelajar. Nah, jika tidak dilakukan pembentengan provokasi paham radikal, khawatir sekolah daring bisa diboncengin isme tersebut. Kita tidak ingin menuduh, tapi berharap upaya pencegahan dini segera dilakukan sebagai penangkalnya,” lanjut wanita yang sebelumnya pernah menjadi guru ini. 

Menurutnya, kaum radikal belakangan ini dinilai makin ‘menggila’ bahkan tak segan memangsa anak sekolah untuk dijadikan kader barunya.

“Mereka beroperasi lewat dunia maya dan menciptakan imaji seolah-olah jadi anggota kaum radikal itu keren dan diganjar dengan surga. Radikalisme adalah paham yang ingin mengubah Indonesia dari negara yang berazas Pancasila menjadi kekhalifahan. Untuk mencegah remaja mengikuti ajaran mereka, maka perlu ada pesan atau pelajaran tentang anti radikalisme saat gelaran sekolah daring. Jadi mereka tahu bahwa radikalisme itu terlarang,” pungkasnya. (nesto)  

SHARE

KOMENTAR