BIN Distribusikan Bantuan Door to Door Korban Gempa Cianjur ke Lokasi Terpencil

56
Foto : Dok Istimewa

Aartreya.com - Tim Kemanusiaan BIN bersama Medical Intelligence BIN salurkan bantuan dan pelayanan kesehatan door to door Kp. Pasir Manggu, Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur yang letaknya cukup jauh dari akses jalan raya. Hal ini yang menyebabkan daerah tersebut hanya bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua atau jalan kaki.

Dinukil dari Suara Dewata, Deputi-VII  BIN, Prabawa Ajie mengatakan bahwa kegiatan kemanusiaan ini merupakan perintah langsung dari Kepala BIN Jenderal. Pol. (P) Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H, M. Si untuk selalu berada di tengah masyarakat dan menyisir lokasi bencana yang masih minim bantuan maupun terbatas layanan kesehatannya.

"Kita komitmen untuk memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah, khususnya di wilayah-wilayah yang masih minim bantuan" terang Prabawa baru-baru ini. 

Kampung Pasir Manggu sendiri terdiri dari sekitar 86 Kepala Keluarga (KK) dan jumlah pengungsinya sekitar 300 jiwa.

"Desa Wangun jaya sendiri hampir 80 persen rumahnya roboh" tambah Prabawa.

Kegiatan kemanusiaan yang sama juga dilakukan BIN di Desa Pameungpeuk, Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Bantuan yang disistribusikan bertujuan untuk membantu para korban di daerah yang belum terjangkau pelayanan kesehatan memadai akibat terputusnya akses jalan maupun minimnya sarana akomodasi bagi masyarakat.

Ketua Tim Dokter Medical Intelligence (MI) BIN dr. Sri Wulandari mengatakan pihaknya hadir untuk membantu para korban gempa yang memiliki keterbatasan dalam mengakses sarana kesehatan.

"Kami melihat, selain membutuhkan dukungan untuk memenuhi masalah logistik dasar, para korban mempunyai persoalan terkait kesehatan. Untuk itu, kami hadir melalui door to door," ujar dr. Wulan dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/11/2022).

Untuk mengantisipasi kemungkinan tingkat kerawanan kesehatan korban, kata Wulan, Tim MI BIN menyiapkan unit ambulan, 2 orang dokter dan 7 orang tenaga medis terlatih. Pihaknya juga menyediakan obat-obatan pendukung sehingga masyarakat tidak khawatir dan cemas saat melakukan pengobatan berjalan.

Pelayanan kesehatan door to door MI BIN pun mendapat respons positif dari para korban. Masyarakat mengaku merasa terbantu karena saat ini pelayanan kesehatan masih sulit didapat, terutama di daerah yang tidak terjangkau oleh tim kesehatan.

Sebagai informasi, sejak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,6 pada Senin (24/11) melanda Cianjur dan sekitarnya, berdasarkan update hari ini, mengutip data BNPB pada Minggu (27/11/2022) korban gempa bumi Cianjur yang meninggal dunia dunia menjadi 321 orang dan 11 orang hilang. Jumlah pengungsi sampai hari ini mencapai 73.874 orang. Rinciannya, pengungsi laki-laki 33.713 orang, perempuan 40.161 orang, penyandang disabilitas 92 orang, ibu hamil 1.207 orang, dan lansia 4.240 orang. (Eko Octa)

SHARE

KOMENTAR