Geber Goyang Gemprot atau Gerakan Semprot, Ketua PAC Bogbar Blusukan Sosialisasi Program Ganjar

62
Aksi Goyang Gemprot atau Gerakan Semprot yang digiatkan Herdyansyah di Kelurahan Curug.

Aartreya – Memanfaatkan sisa hari jelang pesta demokrasi, Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Bogor Barat yang juga Caleg DPRD Kota Bogor PDI Perjuangan dari daerah pemilihan yang sama, Herdyansyah terus tancap gas lakukan sapa rakyat. Kemarin, Kamis (1/2/2024), di Kelurahan Curug, politisi nomor urut 1 lakukan blusukan door to door, dari rumah ke rumah warga.

“Yang kami lakukan, mengenalkan program usungan Ganjar Mahfud, dengan kartu saktinya. Ada sejumlah mafaat dari kartu tersebut, terutama untuk pemberdayaan rakyat kecil,” kata Herdy kepada media online disela kegiatan.

Ia melanjutkan, kartu sakti Ganjar Mahfud tersebut merupakan satu data Indonesia yang bisa dipakai untuk apapun. Sehingga jaminan yang selama ini ada, dengan berbagai identitas satu persatu bisa satukan dalam satu KTP.

“Program KTP Sakti ini bakal menyatukan berbagai program bansos yang sudah ada, seperti subsidi pendidikan, meliputi Program Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah. Termasuk, subsidi keluarga miskin, Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Sembako Murah, Kartu Prakerja, Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT), “ rincinya.

Lalu, bagaimana tanggapan masyarakat? Jawab Herdy, warga menanggapi antusias.

“Yang kami lakukan, selain mengedukasi juga memberikan kaos Ganjar Mahfud. Terkait kartu sakti, warga mengapresiasi positif. Bahkan, ada yang menyampaikan, program Ganjar-Mahfud jauh lebih baik daripada makan siang gratis dan susu gratis yang diusung salah satu paslon. Sebab, soal makan siang gratis, masyarakat mengaku masih punya uang untuk memberikan anaknya makan,” ucap Herdy.

Tak hanya blusukan dan membagikan kaos paslon capres cawapres nomor 3, Herdy dan timnya juga melakukan fooging.

“Mengingat saat ini musim hujan, genangan air jadi sarang nyamuk. Dan, potensi DBD tentunya jadi ancaman. Itu yang jadi alasan kami menggelar fooging. Dan, kegiatan ini, kami namakan ‘Goyang Gemprot’ yang artinya goyang gerakan nyemprot,” tuntasnya. (3. Eko Okta Ariyanto)           

SHARE

KOMENTAR