Soal Program Makan Siang Gratis, Aktivis Sendok Garpu : Bro, Bangsa ini Masih Bisa Beri Makan Anak Sendiri!

105
Aktivis Sendok Garpu, Sanda

Aartreya - Program makan siang gratis yang menjadi andalan kampanye calon presiden Prabowo Subianto dikritik habis-habisan relawan Ganjar-Mahfud, Serikat Nasionalis Demokrat Gerakan Rakyat Anti Ditipu (Sendok Garpu), Sanda Aprili. Pendukung Caleg DPRD Kota Bogor PDI Perjuangan Nomor 3, Dapil Bogor Selatan, Eko Okta Ariyanto ini secara blak-blakan menyampaikan, program makan siang gratis dan susu gratis jika dievaluasi setahun setelahnya, tidak membuat anak bangsa tambah pintar.

“Sebaliknya, malah tambah tambun, karena banyak makan. Kalau urusan makan siang gratis dan susu gratis jadi andalan, gunakan duit APBN kenapa tidak dimanfaatan untuk urusan pendidikan anak bangsa saja,” ucap Sanda lugas, Sabtu (10/2/2024).

Dia melanjutkan, sebagai seorang ibu rumah tangga saat ini dirinya masih mampu beli makan siang juga susu.

“Bukan saya saja, ada jutaan kaum ibu di republik ini masih bisa memberikan makan siang anak untuk anaknya sendiri, termasuk membeli susu. Tak perlu ngemis ke pemerintah. Dan, urusan makan siang gratis itu dari era pendudukan penjajahan dulu, para tahanan sudah menikmati makan siang gratis,” imbuhnya.

Lebih jauh secara ilmiah ia menyampaikan, program makan siang gratis dari sisi anggaran malah sangat memberatkan APBN.

“berdasarkan UUD Tahun 1945 Pasal 31, pemerintah wajib menganggarkan 20 persen APBN dan APBD untuk pendidikan. APBN untuk pendidikan saat ini diketahui sebesar Rp612 triliun. Sementara itu, diperkirakan anggaran makan dan susu gratis di sekolah akan membutuhkan dana Rp400 triliun. Artinya, makan siang dan susu gratis bisa membuat anggaran pendidikan berkurang drastis,” tuturnya.

Menutup wawancara, Sanda mengatakan, dibanding anak bangsa ini diberi makan siang gratis masih jauh bermanfaat program Satu Rumah Satu Sarjana.

“Program Satu Rumah Satu Sarjana, jelas memajukan pendidikan anak bangsa. Kenapa? Karena, tidak menciptakan lapangan kerja baru untuk para pengusaha katering urusan makan siang yang jadi dekat dengan penguasa. Program Satu Rumah Satu Sarjana ini jelas memajukan bangsa, dan logis,” tutupnya sembari menunjukan salam 3 jari. (Nesto)

SHARE

KOMENTAR