Waspada Resiko Banjir dan Longsor!, BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem

58

Aartreya.com – Awas, lembar awal tahun 2023 akan diwarnai hujan lebat di Pulau Jawa. Resiko bencana seperti banjir hingga longsor patut diwaspadai. Demikian prediksi cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dilansir dari CNNIndonesia.com, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan sebagian besar wilayah Indonesia sedang menuju puncak musim penghujan yang diprediksi akan berlangsung pada Januari sampai Februari 2023.

Guswanto memperingatkan, khususnya untuk wilayah Jawa bagian utara, potensi hujan ekstrem masih dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

"Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di wilayah Jawa bagian utara, khususnya Jawa Tengah, masih perlu waspada dan mengantisipasi adanya potensi hujan ekstrem yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi, paling tidak hingga berakhirnya musim hujan," kata Guswanto, Minggu (1/1/2023).

Sementara, dinukil dari Liputan6.com, gelombang tinggi berkisar 2,5-4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah, hingga Yogyakarta. Hal itu diungkapkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Selasa (2/1/2023).

Prakirawan Cuaca BMKG Adnan Dendy dalam keterangan tertulis mengatakan, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari barat laut-timur laut dengan kecepatan berkisar 6-20 knot.

Sedangkan, di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari barat daya-barat laut dengan kecepatan angin berkisar 8-35 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudera Hindia selatan Bali, Lombok, Sumbawa hingga Pulau Sumba, Laut Arafuru, Laut Sawu, Perairan Selatan Bali, Lombok, Sumbawa, Perairan Pulau Sumba, Perairan Kupang, Pulau Rotte, Laut Timor dan Laut Flores," jelas Adnan.

Dengan demikian, peluang tinggi gelombang 2,5-4,0 meter berpeluang terjadi di beberapa wilayah sebagai berikut.

Perairan Selatan Cilacap (Samudera Hindia Selatan Cilacap)

Perairan Selatan Kebumen (Samudera Hindia Selatan Kebumen)

Perairan Selatan Purworejo (Samudera Hindia Selatan Purworejo)

Perairan Selatan Yogyakarta (Samudera Hindia Selatan Yogyakarta)

Perairan Selatan Sukabumi (Samudera Hindia Selatan Sukabumi)

Perairan Selatan Cianjur (Samudera Hindia Selatan Cianjur)

Perairan Selatan Garut (Samudera Hindia Selatan Garut)

Perairan Selatan Tasikmalaya (Samudera Hindia Selatan Tasikmalaya)

Perairan Selatan Pangandaran (Samudera Hindia Selatan Pangandaran).

BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi tersebut yang berlaku untuk tanggal 2 Januari-3 Januari 2023, dan akan diperbarui jika ada perkembangan lebih lanjut.

Terkait dengan risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran, BMKG menyebutkan, berdasarkan analisis kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter berisiko terhadap perahu nelayan.

Selanjutnya, kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter berisiko terhadap tongkang, kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter berisiko kapal feri, serta kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter berisiko terhadap kapal ukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," ujar Adnan.

(Sumber : CNNIndonesia.com/ Liputan6.com)

SHARE

KOMENTAR