Pandemi Covid-19 Bukan Halangan, Mutiara Collection Buktikan Usaha Online Makin Moncer

258
Produk Mutiara Collection

KOTA BOGOR - Pandemi Covid-19 membawa perubahan yang signifikan pada berbagai sektor, termasuk industri fashion. Ini ditandai munculnya beragam tren yang begitu cepat dan dinamis, menyesuaikan kondisi di masa pandemi.

Perubahan tren fashion harus segera ditangkap oleh para pelaku usaha yang dituntut untuk terus menyesuaikan strategi bisnis sehingga dapat beradaptasi mengikuti sekaligus menjawab kebutuhan tren yang sedang digemari oleh masyarakat.

Pada masa awal kemunculan pandemi, tak sedikit penjualan pakaian merosot tajam. Pasalnya, kala itu masyarakat memiliki prioritas yang lebih penting dibandingkan dengan berbelanja melalui online. Namun, seiring berjalannya waktu, tren belanja online terus berkembang dan beradaptasi mengikuti perubahan gaya hidup masyarakat. Seperti yang dijalani Mutia Farla (30).

Kini, ibu rumah tangga yang menekuni bisnis online baju pajamas produksi sendiri dengan label Mutiara Collection bertempat tinggal di Kotabatu, Ciomas, merasa lega. Sebab, meski pandemic Covid-19 mewabah, ia sudah bisa ‘menjinakan’ dengan kiat jitu bisnisnya.

“Semula, saya terinsiprasi dari hobi. Lazimnya ibu rumah tangga umumnya, saya semula sebelum pandemic Covids-19 gemar berbelanja, mulai dari pajamas hingga jenis pakaian wanita lainnya,” ujarnya menuturkan perjalanan jatuh bangun usaha yang dilakoni kepada media online ini, Minggu (11/7/2021).

Saat merebak corona, hobi belanjanya terpaksa dibatasi karena beberapa tempat berbelanja harus ditutup.

“Akhirnya, saya beralih berbelanja online berbagai macam pajamas/baju tidur wanita hingga tak sadar menumpuk amat banyak di lemari pakaian,” lanjutnya.

Sadar akan perilakunya yang konsumtif karena hobby belanja, akhirnya Mutia Farla memilih untuk menggarap usaha.

“Dalam perjalanan liburan staycation di Bandung, saya bertemu dengan Fitri Antiyani (25) yang secara tidak sengaja pada akhirnya mulai berdiskusi untuk memulai bisnis online berjualan pajamas dengan produksi sendiri. Seterusnya, pada akhir tahun 2020 tepatnya bulan November akhir, mulailah mencoba berbelanja bahan sedikit-sedikit untuk mendapatkan testimony dari usaha pajamas,” tukasnya mengenang awal mula merintis usaha bersama Fitri, Owner AHA Clinic dr Alfi Hidayati, serta Shinta Krisna.

Singkatnya, mereka langsung merasa pas bermitra dengan Mutia dan terlibat dalam memberikan dukungan untuk menjadi model dalam pemotretan catalogue volume pertama.

“Dimulai dari produksi pajamas untuk sendiri, berjualan pajamas ke teman-teman dan keluarga, kerabat akhirnya meluas dan berjalan lancar. Saya sendiri tidak menyangka hanya dengan memiliki modal kurang dari Rp 15 jt, dan hanya menggarap usaha berdua dengan Fitri, kini berbuah manis dengan melebarkan sayap dengan berbadan hukum CV.Ravinza Bumi Interna,” ucapnya bersyukur.  

Meski banyak pelaku usaha beranggapan pandemi Covid-19 melemahkan usaha, tapi ternyata tidak bagi Mutia. Sebaliknya, ia malah mengaku semakin optimis, karena diyakini ada campur tangan Tuhan ikut merestui usahanya.       

“Alhamdulilah, semua karena Allah SWT. Tekad saya membangun usaha terus belanjut. Saya bersama suami, R. Ichsan Setiawan (30) membuka lapangan kerja pada masa pandemic terwujud dan kini bersama menjalankan konveksi dan memiliki lebih dari 10 mesin untuk keperluan produksi pembuatan pakaian,” ujar Mutia.  

Tak hanya fokus pada pembuatan pajamas, belakangan ia melebarkan produk bisnisnya dengan produksi kemeja pria, dan celana wanita. Dan, hingga saat ini memiliki pegawai lebih dari 7 orang. Saat ini produk usaha Mutiara Collection dijajakan melalui toko online hingga instagram. Bagi yang berminat, dia membuka jasa layanan melalui whatsapp, 089686925170.  

“Saya dan Fitri berharap agar dapat terus melebarkan usaha. Dan fokus agar tetap konsisten mempertahankan kualitas serta kuantitas yang bersaing,” imbuhnya.

Lalu, apa yang menjadi rahasia sukses bisnis di era ketidakpastian pandemic Covid-19 saat ini?

“Tak ada rahasia. Yang saya lakukan, sama seperti yang dilakukan pelaku usaha lain. Melakukan ikhtiar, doa dan sisihkan pendapatan untuk sedekah. Itu mungkin kalau soal rahasia dapur saya,” jawabnya merendah. (Nesto) 

SHARE

KOMENTAR