Mantan Ketua DPRD Kota Bogor Untung Maryono Optimis Pemilik Nomor Urut 3 Menang

391
Untung W Maryono

Aartreya - Ketua DPRD Kota Bogor periode 2014 -2019 yang juga mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor pada era yang sama, Untung Maryono optimis sejarah kejayaan PDI Perjuangan akan berulang meski situasi politik saat ini partai besutan Megawati Soekanoputri tak lagi bersama Joko Widodo.

“Siapa bilang Jokowi penentu kesuksesan PDI Perjuangan? Buktinya, hasil pemilu 2014, PDI Perjuangan Kota Bogor unggul tanpa ada campur tangan Jokowi. Bahkan, semasa pilpres, raihan suara Jokowi di Kota Bogor anjlok. Karena, saat itu, yang setia mendampingi Jokowi cuma PDI Perjuangan Tidak ada partai lain,” kata Untung Maryono berapi-api kepada media online ini saat ngopi bareng di Bogor Nirwana Residence (BNR) Kota Bogor, Kamis (16/11/2023).

Secara blak-blakan Untung mengaku tak kuasa menutupi kekecewaannya atas berpalingnya Jokowi dari ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri.

“Saat ini, banyak partai yang sebelumnya menghujat dan memusuhi, bahkan bukan teman seiring Jokowi mendadak berwajah baik. Mereka pun mempersoalkan Jokowi terkait petugas partai lalu. Pertanyaannya, para elit parpol yang sekarang mendadak seolah pahlawan itu apakah tahu, Jokowi pernah menjadi pengurus DPC PDI Perjuangan Brengosan Purwosari, Solo?,” kesal Untung.

Dia melanjutkan, partainya terbangun dengan iklim ideologi karena itu PDI Perjuangan banyak memiliki kader handal dan sukses.

“PDI Perjuangan paling pantang membajak kader partai lain? Kenapa? Karena tak bermutu. Kebalikannya, kader handal PDI Perjuangan banyak dibajak partai lain. Tapi, buat kami tak masalah. Masih banyak para pejuang handal yang miliki kesetiaan pada partai dan rakyat,” tandasnya.

Pria yang namanya tertera di prasasti pembangunan Gedung DPRD Kota Bogor ini menyampaikan, partai berlogo banteng meski dikeroyok partai lain, tak pernah akan goyah dari posisi juara nasional dan kelak di Kota Bogor. Dia juga memperlihatkan buku catatan kepada pewarta. Hasil Pemilu 2014 kala itu, PDI Perjuangan memimpin perolehan suara terbanyak yakni 92.673 suara sah, disusul Partai Golkar sebanyak 71.246 suara.

Kemudian, Gerindra sebanyak 56.686, PKS 56.732 suara, PPP sebanyak 47.325, Partai Demokrat 47.083, PAN 28.923, Hanura 28.682 suara. Seterusnya, Nasdem 21.864, PKB sebanyak 21.324, PBB 17.485 dan PKPI sebanyak 4.328 suara.

“Demikian juga Ganjar Pranowo dan Mahfud MD dengan nomor urut 3, saya optimis bakal unggul di Kota Bogor juga nasional. Meski Walikota Bogor Bima Arya Namanya tercatat sebagai timses pihak stetangga, kami kader PDI Perjuangan akan ekstra lakukan pengawasan jangan sampai memanfaatkan fasilitas negara atau mengarahkan PNS. Kami akan waspadai melalui mata dan telinga para kader dimanapun tempat di Kota Bogor,” ucap Untung.

Politisi yang maju sebagai caleg DPRD Provinsi Jabar, daerah pemilihan Kota Bogor dengan nomor urut 3 itu mengaku memiliki mimpi ingin membangun kualitas pendidikan yang merata dan bisa dikonsumsi banyak kalangan.

“Jadi, bukan hanya retorika belaka. Era saya menjabat pimpinan DPRD Kota Bogor, saya ikut membidani terbangunnya SMPN 14, SMPN 15, SMPN 16, SMPN 17, SMPN 18, SMPN 19, para kepemimpinan Walikotanya, Diani Budiarto. Dan, selanjutnya era Bima, SMPN 20. Artinya apa? Artinya era Bima Arya, pembangunan sekolah negeri di Kota Bogor tak optimal. Pantas saja sistem zonasi PPDB (Pendaftaran Peserta Didik Baru) setiap tahunnya selalu bermasalah dan sekolah negeri banyak tak bisa dikonsumsi siswa gakin,” cetusnya.        

Menurup wawancara, Untung juga mohon doa restunya bisa mewakili warga Kota Bogor untuk memperjuangkan pendidikan dan menyuarakan aspirasi rakyat melalui pemmilu 2024 mendatang.

“Saya juga minta doa restu warga Kota Bogor, untuk maju sebagai caleg DPRD Provinsi Jabar daerah  pemilihan Kota Bogor. Mohon doanya ya, dan mohon berkenan menemani berjuang,” tuntasnya.

(3. Eko Okta Ariyanto)       

SHARE

KOMENTAR