Aartreya - Ganjar Pranowo kunjungi Ponpes Al Falak, Jalan Pagentongan RT 01 RW 06, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Rabu (11/10/2023). Capres yang diusung koalisi parpol yakni PDI Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Perindo, dan Hanura tersebut tiba di lokasi sekitar pukul 20.00 WIB.
Kedatangan mantan Gubernur Jawa Tengah ini disambut meriah ustadz, santri dan warga yang berbaur dengan lantunan salawat. Massa pun terdengar berulangkali meneriakan nama Ganjar.
“Ganjar Presiden…Ganjar Presiden,” teriak massa sukacita menyambut.
Mengenakan peci hitam dipadu dengan koko dan celana hitam, Ganjar pun menyampaikan salam kepada massa yang hadir dan berjabat tangan. Selanjutnya, menuju masjid untuk berziarah ke makam Abah Falak. Kepada pewarta, Ganjar menjawab pertanyaan bahwa kedatangannya untuk bersilaturahmi dan ziarah.
“Menyapa santri yang ada disini. Selain itu, berziarah, dan tahlil. Tidak ada acara yang spesial hanya doa bersama,” singkat Ganjar memberi keterangan.
Diantara massa yang menyemut ingin bertemu Ganjar, juga hadir relawan Rumah Bersama Pelayan Rakyat (RBPR) yakni Shane Hasibuan, Lutfi Awaludin dan Komarudin. Setelah sebelumnya sempat ikut berebut dengan massa demi foto bersama Ganjar, Shane yang juga relawan Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT), menyampaikan kedatangannya sebagai ungkapan kesetiaannya mendampingi perjuangan capres idolanya.
“Kami memiliki keyakinan Ganjar sebagai penerus Jokowi memimpin Indonesia mendatang. Sebelumnya, kami KAPT juga sudah menunjukan kesetiaan mengawal Jokowi. Dan, kini adalah tugas lanjutan, mengawal Ganjar menuju langkah juang Presiden RI,” tutur Shane.
“Jika dulu Letjen KKO Hartono pernah menyampaikan pernyataan kesetiaannya kepada Soekarno yang mengatakan, hitam kata Bung Karno juga hitam kata kami. Putih kata Bung Karno juga putih kata kami. Dan, sekarang pernyataan kami pun sama, hitam atau putih kata Ganjar, itu juga sikap kami,” tandasnya yang diamini sejawatnya Lutfi Awaludin atau akrab disapa Ipenk dengan mengangguk-anggukan kepalanya. (Eko Okta Ariyanto)