BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem hingga Lebaran

33
Rapat Dengar Pendapat BMKG dengan Komisi V DPR, foto doc BMKG

Aartreya – Cuaca ekstrem diperkirakan akan mengancam hingga jelang Lebaran atau Idul Fotri 1446 H pada Maret 2025. Demikian disampaikan Plt. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diadakan Komisi V DPR-RI bersama dengan Menteri Perhubungan, Menteri PUPR, Kepala Basarnas, dan Korlantas Polri dalam rangka membahas persiapan infrasruktur dan transportasi Mudik 2025, Selasa (11/3/2025).

Mengingat kondisi ini, Dwikorita menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan penyebaran informasi dan peringatan dini yang lebih masif.

“Meskipun demikian, bahwa risiko cuaca ekstrem diprediksi akan menurun pada sepuluh hari pertama bulan April, meskipun curah hujan dengan intensitas menengah masih akan terjadi di beberapa wilayah di Indonesia,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati melalui keterangan tertulis.

Selain itu, Dwikorita juga menyampaikan upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai informasi curah hujan dengan menyampaikan informasi yang lebih mudah dipahami.

Dwikorita pun mengingatkan bahaya longsor berpotensi di Sukabumi dan Cianjur. Dia mengatakan pihaknya secara berkala akan mengupdate mengenai potensi bencana akibat cuaca ekstrem.

"Terutama yang membahayakan yang warnanya hitam, awan hitam itu di Sukabumi siang hari. Kemudian tanggal 11 (Maret) ini kemudian Cianjur itu siang malam dan seterusnya yang warna hitam itu perlu diwaspadai," ujarnya.

"Pergerakan tanah ini kurang lebih sama, konsepnya pada titik mana tanggal berapa, jam berapa, siang atau malam seperti itu informasi itu diberikan setiap hari juga terutama di daerah-daerah yang lereng-lereng gunung," sambungnya.

Pada kesempatan itu, ia juga memaparkan beberapa informasi terkait kondisi cuaca pada Maret dan April 2025 untuk mendukung kelancaran Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2025.

“Informasi mengenai potensi gelombang tinggi dengan ketinggian 2 hingga 2,5 meter yang berisiko terjadi di daerah Samudera Hindia dan pesisir Pantai Samudera Hindia, seperti di bagian selatan Sumatera dan Jawa,” tuturnya.

Dwikorita juga memberikan informasi peringatan potensi banjir yang dapat terjadi pada periode 29 Maret hingga 27 April di wilayah pesisir, seperti Pantura, serta daerah pantai di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Maluku.

Tak hanya itu, BMKG juga memberikan informasi mengenai potensi bencana longsor di beberapa daerah yang akan terus dipantau dan diinformasikan setiap hari.

Sebagai penutup, Dwikorita menegaskan bahwa BMKG akan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca, serta memperkuat kesiagaan dalam menghadapi potensi bibit siklon. Untuk itu, BMKG berencana untuk terus memperbesar penyebaran informasi mitigasi dan sosialisasi.

Selain itu, BMKG juga akan terus menjalin kerja sama dengan pihak-pihak terkait guna melakukan antisipasi terhadap bencana maupun kemacetan selama masa Mudik Lebaran 2025 mendatang. (Eko Okta)

SHARE

KOMENTAR