Dana Banpol Kota Bogor Tuntas Naik 3 Kali Lipat, Bakesbangpol Optimis Pemilu 2024 Sukses

276
Kepala Bakesebangpol Kota Bogor Dadang Sugiarta saat sampaikan sambutan.

Aartreya - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bogor menggelar dialog politik dengan tema "Meningkatkan Peran Partai Politik untuk Mensukseskan Pemilu yang Jurdil, Berintegritas dan Damai” di di Hotel Agria, Jalan Raya Tajur, Kota Bogor, pada Rabu, (24/5/2023).

Diikuti perwakilan peserta pemilu 18 partai politik di kota hujan, kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Bakesbangpol Dadang Sugiarta, Ketua KPU Kota Bogor Samsudin dan Ketua Banwaslu Yustinus Elyas Mau sebagai pembicara.

Saat membuka acara, Kepala Bakesbangpol Kota Bogor Dadang Sugiarta menyampaikan langkah yang sudah ditempuh jelang gelaran pemilu 2024 dimulai dari penyediaan dana cadangan, sosialisasi ke LPM, tim penggerak PKK, RT dan RW, karang taruna, hingga kader penyuluh wawasan kebangsaan (KPWK).

“Saat ini, Bakesbangpol telah menerbitkan perda dana cadangan, meski sebelumnya sempat ada pro kontra terkait tupoksi pemerintahan atau kesbangpol. Ternyata tiap daerah berbeda beda. Akhirnya setelah izin ke sekda, selesai juga berkat silaturahmi,” kata Dadang.

Terkait dana cadangan, sambungnya, bertotal Rp71 miliar.

“Cara nabungnya, melalui dana cadangan. Saat ini baru tertabung Rp50 miliar. Tujuannya agar pilkada tersedia anggaran. Saya ingin menciptakan pendidikan politik terbaik se Indonesia,” ucapnya.   

Bakesbangpol, masih menurutnya, juga akan melakukan pengawasan kepada ASN agar tetap netral. Jika diketahui berpolitik, pihaknya tak segan akan mengusulkan pemecatan. Pihaknya juga mengapresiasi rapreda insiitif DPRD Pancasila dan Wawasan Kebangsaan  yang saat ini tengah dalam pematangan.  

“Kesbangpol akan terus berjalan, termasuk penanganan peta rawan politik atau peta rawan pemilih. Selain itu, berlaku tahun ini, dana batuan parpol naik tiga kali lipat. Jika sebelumnya per suara Rp2600 kini Rp6000. Saya berharap Kota Bogor menjadi kota demokrasi se Indonesia,” pungkasnya. (Eko Octa)  

SHARE

KOMENTAR