Aartreya - Banteng Balik Kandang (BBK), beranggotakan para kader PDI Perjuangan Kota Bogor lawas, yang merupakan organ pendukung Calon Walikota (Cawalkot) dan Calon Wakil Walikota (Cawawalkot) Teddy Risandi akan membantu mensosialisasikan program kartu sakti Bogor Ready ke masyarakat. Hal itu disampaikan Ketua BBK, Untung Maryono.
Sebagaimana diketahui, paslon Rena Da Frina dan Teddy Risandi telah merilis 4 program unggulan yang akan dikerjakan jika terpilih di Pilwalkot 2024. Program unggulan tersebut, pertama yakni Program Bogor Ready Cerdas, yaitu memberikan beasiswa kepada 400 calon sarjana, 40 calon magister, dan 40 calon doktor. Serta, meningkatkan sarana pendidikan, kompetensi, serta kenaikan tunjangan guru di Kota Bogor sebesar Rp1 juta rupiah dan memberikan intensif kepada para guru agama non formal sebesar Rp400 ribu.
Lalu, Ready Melayani seperti menyediakan aspal ready 24 jam untuk infrastruktur yang merata hingga akan meningkatkan biaya operasional RT hingga Rp1 juta dan untuk RW sebesar Rp1,5 juta. Juga, bakal mrmberikan insentif sebesar Rp400 ribu kepada Masjid, Gereja, Vihara, Pura, dan Klenteng yang ada di Kota Bogor hingga layanan ambulans gratis 24 jam di setiap kecamatan. Hingga, Ready Kreatif dengan mengembangkan ekonomi kreatif dengan pemberian fasilitas kredit usaha sebesar Rp10 juta tanpa agunan pada 4 ribu pelaku UMKM.
Dan, memberikan insentif usaha kepada 4 ribu perempuan yang menjadi kepala keluarga, menghadirkan pasar malam sebagai sarana promosi UMKM, serta membangun rumah UMKM Ready di setiap kantor kecamatan.
“Program dalam satu tangan yakni kartu sakti Bogor Ready nantinya akan memastikan keunggulan tambahan untuk penerima manfaat masyarakat di Kota Bogor,” kata Untung Maryono di kediamannya, Mulyaharja, pada Kamis (24/10/2024).
Dengan hadirnya kartu sakti Bogor Ready, lanjut Untung, warga Kota Bogor cukup memegang satu kartu dan bisa menggabungkan sejumlah manfaat bagi para penerimanya sesuai kriterianya masing-masing.
“Nantinya, kartu sakti boleh dibilang sebagai jaminan untuk menagih janji Rena – Teddy jika terpilih menjadi kepala daerah dan wakil kepala daerah Kota Bogor. Kartu sakti tersebut hanya diperuntukan bagi warga Kota Bogor. Tak beda seperti di negara-negara maju, kalau di luar negeri itu ada sekuriti number jadi hanya ada satu kartu tapi sudah diketahui ini berhak mendapatkan fasilitasnya,” ungkap Untung.
Pria yang pernah menjabat Ketua DPRD periode 2014-2019 ini juga memperlihatkan contoh kartu sakti saat ia mengikuti Pilkada Kota Bogor berpasangan dengan Dody Rosadi pada 2013 silam, sebagai paslon cakada dan cawakada.
“Dalam waktu dekat kartu sakti ini akan dikenalkan kepada masyarakat, tentunya nanti bersama Cawalkot Rena Da Frina,” imbuh Untung.
Selain menambah sasaran penerima manfaat, sambung Untung, juga memastikan mereka yang menerima nantinya bisa lebih tepat sasaran. Karena tidak dipungkiri, kondisi saat ini banyak penerima manfaat dari fasilitas kartu yang sudah ada yang salah alamat dan tidak berhak.
“Tim Bogor Ready akan rapihkan data kependudukan karena itu berkaitan siapa yang berhak mendapatkan bantuan sosial untuk masyarakat di Kota Bogor,” ucap Untung.
Mengakhiri wawancara, Untung menyampaikan, pilihannya ke Rena Da Frina karena diketahui sudah jelas rekam jejaknya semasa menjadi abdi Masyarakat, dimulai dari lurah dan camat.
“Selain itu, Rena Da Frina sudah menunjukan sikap tegas keberpihakannya kepada rakyat dengan membuat program membangun sumber daya manusia. Bukan membangun infrastruktur. Bukan membangun taman. Bukan memindahkan ibukota ke ring road Katulampa. Bukan menggusur lapangan sepakbola sehingga banyak pemuda di Kota Bogor kini tak lagi bisa bermain sepak bola,” tuntasnya. (Eko Okta)