Fernando Silalahi : Setiap Hari adalah Konsolidasi Sapa Warga Tak Beda Olahraga, Menyehatkan!

260
Fernando Silalahi saat giat fooging

Aartreya – Tiada hari tanpa konsolidasi. Demikian yang menjadi moto bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD Kota Bogor PDI Perjuangan, daerah pemilihan (Dapil) Bogor Utara, yang bernama lengkap Fernando Silalahi. Pengusaha perlengkapan wahana permainan air yang memiliki jaringan di sejumlah kota Jawa dan Sumatera ini, nyaris tak pernah absen bercengkrama dengan masyarakat.   

Blusukan menjadi ‘pekerjaan’ rutin Fernando. Menurut pria pengidola Jokowi dan Ganjar Pranowo ini, melalui blusukan menjadi pembelajaran untuk tak berjarak dengan masyarakat. Beragam kegiatan sudah dilakukan, diantaranya fooging menghalau nyamuk demam berdarah dililingkungan warga, pendampingan masyarakat dalam bidang kesehatan dengan menggunakan kendaraan siaga miliknya. Hingga, aktivitas sosial lainnya.  

"Bagi saya, blusukan adalah belajar mendengar. Saya selalu mendapatkan hal baru dari blusukan saya dari kampung ke kampung, pintu ke pintu," ujar Fernando usai mendampingi warga Nias asal Kecamatan Bogor Utara menggelar dengar pendapat dengan Wakil Walikota Bogor, Dedi Rachim, Selasa (18/7/2023)

Dia melanjutkan, blusukan tersebut ia contoh dari Presiden Jokowi. Menurutnya, dengan blusukan diharapkan bisa mencapai tujuan yakni merealisasikan cita-cita negeri ini, mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Ketika bertemu dengan warga di Dapil Bogor Utara, saya selalu sampaikan bahwa program yang dilakukan pemerintah saat ini sudah baik. Presiden Jokowi menginginkan agar keadilan itu merata, tidak hanya di pusat ibu kota tapi juga di daerah perbatasan. Tak hanya itu, saya juga menyampaikan sosok Ganjar Pranowo dan prestasinya,” imbuhnya.    

Sejauh ini, saat bertemu warga juga melalui alat peraga dirinya yang dipasang di sejumlah tempat tak menampilkan nomor urutnya. Karena, menurutnya sebagaimana ketentuan Bawaslu Kota Bogor saat ini yang diperbolehkan hanya sosialisasi para bakal calon anggota legislative.

“Melalui alat peraga, saya bermaksud melakukan sosialisasi saja. Bukan ajakan memilih diri, itu alas an saya tak memasang nomor urut. Pemasangan alat peraga juga bagian marketing politik. Sebab, sekarang ini eranya soft political marketing,” tuntasnya. (Nesto)

SHARE

KOMENTAR