Aartreya – Hindari terjadi longsor susulan dan selama dilakukan evakuasi korban, sebanyak 16 keluarga, di lokasi longsor RT 7 RW 4, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan diungsikan sementara ke SMPN 9 Kota Bogor, Rabu (15/3/2023).
Di sekolah yang lokasinya bersebrangan, dipisahkan perlintasan rel ganda kereta api, warga menempati bangunan Masjid SMPN 9 Kota Bogor yang kini menjadi posko kesehatan, sekaligus dapur umum. Hal itu disampaikan Camat Bogor Selatan, Abdul Rahman.
Sebelumnya, sekitar pukul 07.30 WIB pada hari yang sama, usai mendapat laporan warga, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata mendatangi lokasi longsor. Wakil rakyat asal Daerah Pemilihan (Dapil) Bogor Selatan yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota bogor itu ikut memimpin apel bersama tim BPBD, kapolsek, camat dan para relawan untuk mencari korban longsor yang belum ditemukan.
“Saya juga langsung memberikan bantuan sembako untuk dapur umum dan santunan uang kerohiman untuk 6 keluarga yang anggota keluarganya meninggal dunia. Penyerahan bantuan disaksikan langsung Pak Wakil Walikota Bogor, Kapolresta Bogor Kota, Dandim dan jajaran lain yang diterima langsung oleh keluarga korban serta ketua RW14. Hadir juga lurah Empang dan Camat Bogor Selatan,” kata Dadang.
Dia melanjutkan, pihaknya juga menyiagakan ambulans PDI Perjuangan Kota Bogor untuk membawa korban bencana.
“Mari kita doakan semoga korban segera bisa ditemukan dan yang kena musibah kita doakan diberi ketabahan serta kekuatan. Aamiin YRA,” tukasnya.
Sebagai informasi, saat pencarian korban, petugas gabungan menyemprotkan air untu memudahkan pencarian korban yang tertimbun tanah longsor di Kampung Sirnasari, Empang, Kota Bogor.
Longsoran tebing setinggi 30 meter yang berada dibawah rel kereta api Bogor-Sukabumi itu menimpa lima rumah dan mengakibatkan enam korban, dua diantaranya sudah ditemukan dalam kondisi tewas, sedangkan empat korban lainnya masih dalam tahap pencarian.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI-Polri masih mencari keempat korban hilang dari peristiwa ini. Keempat korban tersebut yakni Yuli (65), Yusuf (8 bulan), Cucung (50), Azam (5). Sedangkan korban tewas diketahui bernama Mustofa (30) dan Alfandi (2). (Eko Octa)