Aartreya – Perjalanan karir politik Joko Widodo hingga mencapai puncaknya, dimulai dari Walikota Solo, Gubernur Jakarta dan Presiden RI selama dua periode tidak terlepas dari bantuan PDI Perjuangan. Namun, saat di posisi puncak sebagai Presiden, partai yang sudah membesarkannya dijadikan musuh dan banyak melakukan hal-hal yang menurut PDI Perjuangan di luar etika.
PDI Perjuangan pun meminta maaf, lantaran telah menghadirkan sosok Joko Widodo atau Jokowi di panggung perpolitikan Indonesia.
“Kita melihat bahwa setelah 9 tahun menjadi presiden, itu setahun terakhir banyak sekali langkah-langkah politik yang menurut kami di luar etika, moral, politik yang diperjuangkan oleh PDI Perjuangan,” ujar Ketua DPP PDI Perjuangan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Eksekutif, Deddy Yevri Hanteru Sitorus di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Bahkan, Ketua MK Anwar Usman yang masih adik ipar Jokowi saat itu di Gedung MK, permohonan mengubah batas usia minimal capres-cawapres menjadi 40 tahun atau berpengalaman sebagai Kepala Daerah baik di Tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota dikabulkan.
“Kita menyaksikan sendiri bagaimana MK, bagaimana MA kemudian ditepuk untuk memuaskan tujuan-tujuan politik dari Jokowi dan keluarganya,” lanjutnya.
Deddy berujar, PDI Perjuangan tak menduga bahwa Jokowi justru menyalahgunakan kekuasaannya untuk kepentingan politiknya pribadi.
“Ibu Puan sendiri sudah pernah secara langsung dalam Rakernas tahun lalu itu menyampaikan permohonan maaf karena melahirkan kader yang kemudian mengangkangi yang namanya konstitusi,” imbuh Deddy.
Sebagaimana diketahui, PDI Perjuangan mengumumkan secara resmi pemecatan terhadap Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dari keanggotaan partai pada Senin (16/12/2024) lalu. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Ketua DPP Bidang Kehormatan PDI Perjuangan Komarudin Watubun, dengan membacakan surat keputusan (SK) nomor 1649/KPTS/DPP/XII/2024 tentang pemecatan Joko Widodo dari keanggotaan PDI-P.
Surat pemecatan itu telah ditetapkan dan ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sejak 14 Desember 2024. Selain Jokowi, PDI Perjuangan juga memecat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Calon Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. Pemecatan anak dan menantu Jokowi itu dituangkan dalam SK nomor 1650/KPTS/DPP/XII/2024 dan 1651/KPTS/DPP/XII/2024. Kedua surat tersebut ditetapkan pada 4 Desember 2024.
Desak Tangkap Pelaku Spanduk Provokasi
Terkait spanduk provokasii yang bermunculan jelang Kongres PDI Perjuangan, termasuk di Tol BORR Kota Bogor belum lama ini, Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Sitorus desak kepolisian untuk turun tangan menangkap para pelaku.
"Kami menyerukan kepada polisi agar mencari tahu siapa aktor di belakang itu," tandasnya.
Kata Deddy, banyak spanduk-spanduk yang menyerang kehormatan dan kewibawaan partai dinilai aneh jika polisi tidak bisa mengidentifikasi pemasang spanduk.
"Karena di mana-mana ada CCTV dan daerah-daerah itu selalu harusnya adalah daerah yang steril karena banyak misalnya kedutaan dan sebagainya," ujarnya.
Ia menduga ada upaya sistematis dan struktur untuk menyerang atau diistilahkan dengan mengawut-awut PDIP.
"Tidak mungkin dilakukan masyarakat biasa. Ini adalah upaya sistematis dan terstruktur," ujar dia.
Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, sebut Deddy, juga telah meminta kadernya untuk bersiap siaga.
"Diserukan kepada seluruh jajaran partai agar bersiap-siaga untuk melawan berbagai bentuk upaya untuk menyerang PDI Perjuangan, dalam bahasa Ibu Megawati mengawut-awut dan kira-kira seperti itu, mengacak-acak PDI Perjuangan," tuntasnya.
Ketua DPP PDIP Bidang Reformasi Sistem Hukum Nasional, Ronny Talapessy menambahkan, perpanjangan masa kepengurusan DPP PDI Perjuangan telah dilaksanakan sesuai dengan Pasal 28 Anggaran Dasar Partai dan Pasal 15 Anggaran Rumah Tangga Partai, perpanjangan masa kepengurusan menjadi kewenangan prerogatif Ketua Umum yang diamanatkan oleh Kongres Partai serta ditetapkan dalam Rakernas V PDI Perjuangan Tahun 2024.
Pada kesempatan itu, DPP PDI Perjuangan juga memperlihatkan cuplikan video dari sejumlah jajaran pengurus DPC, hingga DPD PDI Perjuangan di beberapa provinsi yang menyatakan solid dan siap melawan pihak-pihak yang coba-coba menyerang Megawati dan partai berlambang banteng moncong putih ini. (Eko Okta)