Memaknai Kembali ke Fitri

64
Dadang Iskandar Danubrata

Aartreya – Dalam Islam, kata Idul Fitri dan lebaran memiliki makna mendalam. Idul Fitri atau lebaran merupakan momen besar yang dirayakan oleh semua umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Makna tersebut bukan lagi hanya sekedar kembali ke fitrah, namun juga dimaknai sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kemenangan besar yang diperoleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Kembali ke fitrah pada hari raya Idul fitri mengandung makna yang begitu dalam dan sangat penting untuk kunci kesuksesan hidup di dunia dan akhirat. Makna kembali ke fitrah berkaitan dengan bebas dari dosa dan akidah yang lurus. Oleh karena itu banyak orang yang mengumpamakan kembali ke fitrah dengan kembali menjadi seperti bayi yang baru dilahirkan. 

Berbagai nilai yang termaknai di hari raya idul fitri ini dengan kembali ke fitrah. Dengan telah selesainya bulan Ramadan yang penuh dengan pengampunan dosa. Sudah seharusnya kita semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT setelah kembali fitrah.

Idul fitri diartikan sebagai kondisi suci seperti bayi yang baru lahir. Kondisi ini menunjukkan keadaan yang bersih tanpa dosa. Kondisi bersih dari dosa ini didapatkan setelah umat islam menjalankan amalan atau ibadah puasa selama satu bulan di bulan Ramadan dengan sebaik-baiknya sehingga mampu meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Makna kembali ke fitrah berarti bebas dari dosa dan kembali memiliki akidah yang lurus. Bebas dari dosa disini sebagai makna kembali ke fitrah ditengarai dengan bulan Ramadan sebagai bulan pengampunan yang akan membersihkan dosa bagi siapa yang yang berpuasa dan mendirikan shalat malam dengan keimanan.

Jadi makna kembali ke fitrah yang berkaitan dengan akidah yang lurus ini adalah kembali kepada masa saat belum ada yang mempengaruhi, yaitu saat baru saja terlahirkan. Saat itu akidah seseorang masih lurus, sampai nanti lingkungan akan mempengaruhinya. Dia bisa tetap berada pada jalan yang lurus, dan bisa juga berada pada jalan yang justru bukan jalan Allah SWT.

Dan, sebagai penutup, mari indahkan Lebaran dengan semangat fitri. Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal aidzin walfaidzin. Mohon maaf lahir dan batin.

 

(Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, H Dadang Iskandar Danubrata, SE, MM)

SHARE

KOMENTAR