Aartreya – Setelah sebelumnya sempat alami penurunan tinggi air pada pagi harinya, bendung Katulampa Kota Bogor saat berita ini ditulis pukul 23.00 WIB, berada di siaga 2 dengan ketinggian muka air mencapai 170 sentimeter (cm), pada Senin (3/3/2025) petang.
"Pada pukul 23.00 WIB sudah 170 sentimeter atau siaga 2," kata Pelaksana Bendung Katulampa, Andi Sudirman melalui keterangannya, Senin malam.
Kenaikan air di Bendung Katulampa dipengaruhi oleh curah hujan yang masih terus mengguyur kawasan Puncak yang menjadi hulu dari aliran Sungai Ciliwung.
Andi mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran Ciliwung untuk waspada terhadap potensi luapan air.
Sehari sebelumnya, akibat hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bogor sejak malam Minggu (2/3/2025) telah menyebabkan banjir di beberapa area. Dari laporan BPBD Provinsi Jawa Barat, banjir telah menggenangi ratusan rumah dan seorang warga dilaporkan hilang karena terseret arus.
"Banjir terjadi di beberapa kecamatan, termasuk Rumpin, Bojong Gede, dan Cisarua. Di Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, satu unit rumah dan satu pondok pesantren terendam," kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam pernyataannya hari Senin (3/3/2025).
Sejumlah lokasi di Kabupaten Bogor yang diterjang banjir yakni Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojong Gede, 137 rumah terdampak banjir, mempengaruhi 547 jiwa. Sementara di Desa Tugu Selatan, 119 rumah terendam, mempengaruhi 423 jiwa. Sehingga totalnya, 970 jiwa terdampak oleh banjir ini.
Terpisah, di Kota Bogor ada enam titik bencana akibat cuaca ekstrem menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Hidayatullah dimulai longsor, banjir hingga pohon tumbang pada Minggu (2/3/2025).
Sebaran sementara bencana di Kota Bogor diantaranya tanah longsor Kampung Cipaku Skip Baru RT 001/RW 016, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, banjir Lintasan WIlayah Babakan Fakultas RT 003/RW 005, Kelurahan Tegal Lega, Kecamatan Bogor Tengah.
Kemudian, atap rumah ambruk Kampung Pancasan RT 001/RW 007, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, pohon tumbang Gang Kosasih RT 003/RW 001, Kelurahan Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat,. banjir lintasan Kampung Pasir RT 004/RW 007, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Selatan, dan tanah longsor Jalan Artzimar 1 no.16, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara.
Pada bagian lain, banjir kiriman Bogor mengakibatkan sejumlah RT di Jakarta terendam air. Menukil detik.com, BPBD mencatat genangan terjadi di 52 RT. Demikian disampaikan Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD Jakarta, Mohamad Yohan, Senin (3/3/2025).
Yohan menyampaikan data penanganan banjir per pukul 16.00 WIB. Sebelumnya, masih ada 57 RT yang terendam banjir di Jakarta. Puluhan RT ini tergenang banjir karena meluapnya Sungai Ciliwung. Banjir terjadi di wilayah Jakarta Selatan (18 RT) dan Jakarta Timur (34 RT).
Berikut ini arti urutan siaga banjir 1, 2, 3, dan 4
1. Siaga 4
Belum ada peningkatan debit air secara mencolok. Perintah membuka atau menutup pintu dan penentuan arah air, dilakukan komandan pelaksana dinas atau wakil komandan operasional wilayah.
2. Siaga 3
Hujan menyebabkan terjadinya genangan air tapi kondisinya belum kritis dan membahayakan. Namun masyarakat harus berhati-hati dan menyiapkan kemungkinan terjadinya banjir. Penanganan diserahkan pada suku dinas pembinaan mental dan kesejahteraan sosial (Bintal Kesos) di wilayah setempat.
3. Siaga 2
Urutan siaga banjir di tingkat ini menandakan wilayah genangan air mulai meluas. Penanggung jawab di kondisi ini adalah Ketua Harian Satkorlak Penanggulangan Bencana Provinsi (PBP) yaitu Sekretaris Daerah.
4. Siaga 1
Kondisi siaga 1 ditetapkan bila, dalam enam jam genangan air tidak juga surut dan kondisi menjadi kritis. Penanggung jawab penanganan siaga 1 adalah gubernur selalu pimpinan provinsi.
Berikut status tinggi muka air untuk siaga banjir 1, 2, 3, dan 4
A. Siaga 4
Katulampa hingga kurang dari 79 cm
Pesanggrahan hingga kurang dari 149 cm
Angke Hulu hingga kurang dari 149 cm
Cipinang Hulu hingga kurang dari 149 cm
Sunter Hulu hingga kurang dari 139 cm
Pulo Gadung hingga kurang dari 549 cm
Depok hingga kurang dari 199 cm
Manggarai hingga kurang dari 749 cm
Karet hingga kurang dari 449 cm
Pasar Ikan hingga kurang dari 169 cm
Krukut Hulu hingga kurang dari 149 cm
B. Siaga 3
Katulampa hingga 80 - 149 cm
Pesanggrahan hingga 150 - 249 cm
Angke Hulu hingga 150 - 249 cm
Cipinang Hulu hingga 150 - 199 cm
Sunter Hulu hingga 140 - 199 cm
Pulo Gadung hingga 550 - 699 cm
Depok hingga 200 - 269 cm
Manggarai hingga 750 - 849 cm
Karet hingga 450 - 549 cm
Pasar Ikan hingga 170 - 199 cm
Krukut Hulu hingga 150 - 249 cm
C. Siaga 2
Katulampa hingga 150 - 199 cm
Pesanggrahan hingga 250 - 349 cm
Angke Hulu hingga 250 - 299 cm
Cipinang Hulu hingga 200 - 249 cm
Sunter Hulu hingga 200 - 249 cm
Pulo Gadung hingga 700 - 769 cm
Depok hingga 270 - 349 cm
Manggarai hingga 850 - 949 cm
Karet hingga 550 - 599 cm
Pasar Ikan hingga 200 - 249 cm
Krukut Hulu hingga 250 - 299 cm
D. Siaga 1
Katulampa hingga lebih dari 200cm
Pesanggrahan hingga lebih dari 350 cm
Angke Hulu hingga lebih dari 300 cm
Cipinang Hulu hingga lebih dari 250 cm
Sunter Hulu hingga lebih dari 250 cm
Pulo Gadung hingga lebih dari 770 cm
Depok hingga lebih dari 350 cm
Manggarai hingga lebih dari 950 cm
Karet hingga lebih dari 600 cm
Pasar Ikan hingga lebih dari 250 cm
Krukut Hulu hingga lebih dari 300 cm
(Detik.com/Nesto)