Megawati Kunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende

51
Megawati saat kunjungi rumah pengasiangan Bung Karno di ende, foto ; suara.com

Aartreya – Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri berkunjung ke Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (31/5/2024). Kedatangannya disambut riuh warga sekitar Rumah Pengasingan.

"Ibu Mega, Ibu Mega," ujar warga di depan gerbang Rumah Pengasingan.

Melansir Republika.co.id, Megawati mengawali kedatangan di lokasi dengan mengatupkan tangan, lalu menundukkan kepala kepada juru pelihara Rumah Pengasingan Bung Karno, Syafrudin. Sambil melempar senyum, Megawati memenuhi permintaan Syafrudin untuk mengisi buku tamu.

Selanjutnya, senyum mulai terlihat saat Megawati melihat area rumah pengasingan. Misalnya, Wapres kedelapan RI itu sedang melihat barang peninggalan Bung Karno yang dipamerkan di area depan lokasi.

Turut mendampingi Megawati, yakni Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Bintang Puspayoga hingga Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Terlihat pula pasangan capres-cawapres yang diusung oleh PDI Perjuangan di Pilpres 2024, yakni Ganjar Pranowo dan Mahfud Md.

Mengutip detik.com, Megawati melihat satu per satu peninggalan sang ayah yang dijaga dalam Rumah Pengasingan. Ia tampak memperhatikan pena atau ballpoint penyerahan dari Ratna Darjam Uttuh.

Megawati sesekali memanggil Hasto untuk melihat benda-benda sejarah, salah satunya biola yang sempat digunakan oleh Soekarno. Megawati juga menyambangi kamar tidur Bung Karno. Dari keterangan yang tertera, tempat tidur tersebut diberikan oleh Haji Achmad Ambuwaru.

Adapun, kunjungan Megawati ke Rumah Pengasingan Bung Karno dalam rangka pengukuhan jaringan Kota Kabupaten tapak sejarah Bung Karno bertempat di situs Bung Karno Ende. Secara formal Megawati juga memberikan tanda tangannya.

Rumah Pengasingan Bung Karno        

Menukil harianyogya, rumah pengasingan Bung Karno  Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak dikunjungi. Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, presiden pertama Indonesia, Soekarno, diketahui telah diasingkan ke berbagai tempat di luar Pulau Jawa, termasuk di Ende. Soekarno diasingkan ke sana pada 14 Januari 1933 oleh surat keputusan yang dikeluarkan Gubernur Jenderal Pemerintah Kolonial Hindia Belanda, De Jonge saat dia sedang  berusaha untuk membuat Indonesia merdeka.

Selama pengasingan, Soekarno tidak sendirian, melainkan ditemani bersama Inggit (istrinya), Ratna Djuami (anak angkat), dan ibu mertuanya. Kondisi rumah yang ditinggalinya terbilang masih terawat baik dengan ruang tamu, ruang tengah, tiga kamar tidur, sumur, kamar mandi, dan dapur. Dia diasingkan selama empat tahun sembilan, hingga 18 Oktober 1938.

Ketika Soekarno menjabat sebagai Presiden RI pada 1951, Soekarno mengunjungi kembali tempat pengasingannya itu dan mengutarakan keinginannya menjadikan rumah pengasingan tersebut sebagai museum.  Lalu, kunjungan kedua ke Ende pada 1954, Soekarno meresmikan rumah pengasingan tersebut menjadi ‘Rumah Museum’.

Banyak cerita yang ada di Ende sana mengenai Soekarno. Rumah pengasingan tersebut memiliki arti khusus untuk Indonesia karena dari sana dimulai proses penggalian nilai-nilai luhur Pancasila. Oleh karena itu, rumah pengasingan Soekarno di Ende ditetapkan menjadi Bangunan Cagar Budaya berperingkat Nasional dengan Surat Keputusan bernomor 285/M/2014 pada 13 Oktober 2014.

Selain cerita, Soekarno juga meninggalkan beberapa barang dan masih disimpan hingga sekarang, seperti ranjang, lemari, biola, tongkat, lampu minyak, lampu tekan, setrika, peralatan makan, dan peralatan masak yang dipamerkan di ruang tamu. Ada pula buku-buku koleksinya yang diletakkan di teras belakang. Tidak hanya itu, beberapa karya lukisannya juga dipajang di dinding rumah.

Tidak heran rumah pengasingan menjadi salah satu destinasi wisata di daerah Flores. Dilansir dari Bisnis.com, selain terdapat cerita dan barang-barang bersejarah di masa itu, Museum Rumah Pengasingan Soekarno juga terdapat patung Soekarno yang berdiri tegak sambil menggenggam tongkat komando di tangan kirinya.

Di sana juga selalu dirawat dan beberapa kali direnovasi agar tempat bersejarah ini tetap terlestarikan dan masyarakat dapat mengunjunginya dengan nyaman. (*)

(republika.co/ detik.com. harianyogya.com/Eko Okta)

SHARE

KOMENTAR